← Kembali ke Informasi Terkini
Gizi pada Lanjut Usia
Mawar Lestari, A.Md. Gz - Semua manusia pasti mengalami proses menua. Menurut Constantinides, menua atau menjadi tua adalah proses menghilangkan secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Lanjut usia (lansia) merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Proses menua dapat dilihat secara fisik dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh serta penurunan fungsi pada berbagai organ tubuh. Perubahan biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada lansia. Masalah gizi yang dialami oleh lansia antara lain :
- Gizi Lebih
- Gizi Kurang
- Kekurangan Vitamin dan Mineral
Kebutuhan Zat Gizi Lansia
- Energi
- Protein
- Lemak
- Karbohidrat dan Serat
- Vitamin dan Mineral
- Air
Perencanaan Makanan Untuk Lansia
- Makanan harus mengandung zat gizi yang cukup dari makanan yang beraneka ragam
- Perhatikan porsi makan, usahakan porsi kecil dan sering, kurang lebih 3 kali makan utama dan 2-3 kali makanan selingan dengan contoh menu berikut :
- Banyak minum 6 - 8 gelas per hari dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan yang terlalu asin agar tidak memperberat kerja ginjal serta mencegah kemungkinan terjadinya hipertensi.
- Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak, gorengan, dan makanan yang berlemak seperti santan dan mentega.
- Bila kesulitan mengunyah karena gigi rusak atau ompong, makanan harus lunak/lembek atau dicincang.
- Konsumsi buah dan sayuran dianjurkan minimal 5 porsi (± 500 gram)per hari, hindari konsumsi suplemen serat.
- Konsumsi makanan sumber kalsium seperti susu dan produk olahannya, ikan, serta kacang-kacangan untuk mencegah pengeroposan tulang.
- Batas konsumsi kafein seperti minuman bersoda, kopi, cokelat atau teh.