← Kembali ke Informasi Terkini
Tuberkulosis Paru Bukan Batuk Biasa
dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes - Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan dunia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan jumlah kasus TB baru diperkirakan sekitar 9,6 juta kasus pada tahun 2014 dengan angka kematian akibat TB sekitar 1,5 juta kasus. Indonesia sendiri saat ini menduduki peringkat kedua dunia untuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia setelah India.
Apa penyebab Tuberkulosis?
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini bisa menyerang terutama Paru dan dapat menyebar ke tulang, otak, kelenjar getah bening, usus dan organ lain.
Bagaimana Penularan Penyakit Tuberkulosis?
Penularan TB terjadi melalui udara yang mengandung kuman dari seorang penderita positif TB. Satu percikan dahak saat penderita bersin atau batuk dapat menghasilkan 3.000 kuman. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.
Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari Paru. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin menular pasien tersebut.
Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.
Apa itu suspek TB?
Suspek TB adalah seseorang tersangka pasien TB dengan gejala utama batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih yang tidak jelas penyebabnya, dengan atau tanpa diikuti dengan gejala tambahan.
Gejala tambahan yang sering dijumpai adalah :
- Gejala respiratorik yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas dan nyeri dada.
- Gejala sistemik yaitu badan lemah, nafsu makan menurun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat pada malam hari walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.
- Pasien TB berdasarkan konfirmasi hasil pemeriksaan bakteriologis. Termasuk dalam tipe pasien tersebut adalah pasien TB Paru BTA positif dan pasien TB yang hasil pemeriksaan sediaan dahaknya positif dengan cara pemeriksaan mikroskopis langsung, biakan atau GeneXpert.
- Pasien TB berdasarkan diagnosis klinis. Termasuk dalam tipe pasien ini adalah pasien TB Paru BTA negatif dengan gejala serta foto toraks mendukung gambaran TB dan pasien TB ekstra Paru tanpa hasil konfirmasi pemeriksaan laboratorium.