← Kembali ke Informasi Terkini
Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada Atlet
dr. Sholahuddin Rhatomy, Sp.OT (K) Hip Knee - Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah ligamen yang terdapat pada sendi lutut. Ligamen ini berfungsi sebagai stabilisator yang mencegah pergeseran ke depan yang berlebih dari tulang tibia terhadap tulang femur yang stabil, atau mencegah pergeseran ke belakang yang berlebih tulang femur terhadap tulang tibia yang stabil. Setiap cedera yang terjadi pada ACL berpotensi menimbulkan gangguan kestabilan pada sendi lutut.
Cedera ACL adalah cedera lutut tersering yang dialami oleh atlet. Cedera ini umumnya terjadi pada olahraga yang melibatkan gerakan-gerakan zig-zag, perubahan arah gerak, dan perubahan kecepatan yang mendadak (akselerasi-deselerasi) seperti sepakbola, basket, bola voli dan futsal. Mayoritas cedera yang terjadi adalah non kontak dengan mekanisme valgus lutut dan twisting (puntiran). Situasi ini sering terjadi ketika atlet menggiring bola atau salah posisi lutut ketika mendarat. Trauma juga dapat menyebabkan robeknya ACL, terutama trauma langsung pada lutut dengan arah gaya dari samping.
Robekan ACL lebih dari 50% atau robekan total dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi lutut. Atlet akan merasa lututnya sering "goyang", nyeri dan bengkak berulang sehingga kinerja berolahraganya menurun. Ketidakstabilan sendi lutut juga akan menimbulkan cedera lanjutan berupa rusaknya bantal sendi/meniskus dan tulang rawan sendi. Banyak atlet yang akhirnya harus mengakhiri kariernya akibat cedera ACL sehingga cedera ini sering disebut career ending injury.
- Penilaian derajat cedera ACL dapat dilakukan berdasarkan robekan yang terjadi, yaitu :
- Derajat 1 : Robekan mikro ligamen. Umumnya tidak menimbulkan gejala ketidakstabilan dan dapat kembali bermain setelah proses penyembuhan.
- Derajat 2 : Robekan parsial dengan perdarahan. Terjadi penurunan fungsi dan dapat menimbulkan gejala ketidakstabilan.
- Derajat 3 : Robekan total dengan gejala ketidakstabilan yang sangat bermakna.
- Diagnosis Cedera ACL
- Keluhan ketidakstabilan yang menetap.
- Cedera lutut lain yang menyertai ACL, seperti : robekan bantal sendi, robekan ligamen lutut lain dan fraktur.
- Usia tulang.
- Target dan harapan pasien, seperti : kembali ke olahraga kompetitif atau tidak.