← Kembali ke Informasi Terkini
Mengenal dan Mencegah Demam Berdarah
dr. Muslichah, Sp.A - Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat serotype virus dari genus Flavivirus, family Flaviviridae. Setiap serotype memiliki perbedaan sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotype (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue.
Demam berdarah diyakini merupakan salah satu penyakit yang sudah ada lama di dunia. Jejak rekam mengenai penyakit dengan gejala yang serupa telah ditemukan di ensiklopedia medis dari Cina tertanggal tahun 992 M. Seiring dengan perkembangan global di bidang pelayaran dan industri pengiriman barang melalui laut di abad ke 18 dan 19, kota-kota pelabuhan bertambah dengan pesat dan menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan nyamuk vector bagi penyakit demam berdarah. Nyamuk dan virus dalam penyakit ini terus menyebar ke berbagai daerah baru dan telah menyebabkan banyak epidemic di seluruh dunia. Salah satu epidemic bemam berdarah yang paling pertama terjadi di daerah Asia Tenggara. Laporan resmi pertama mengenai pasien yang terjangkit penyakit serupa demam berdarah terjadi pada tahun 1779. Kementerian Kesehatan sendiri menyebutkan Indonesia masih menjadi sarang kasus demam berdarah.
Gejala Demam Berdarah
Sesudah masa tunas selama 3-15 hari orang yang tertular dapat mengalami penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
Dengue fever atau sering disebut dengue klasik, penderita mengalami demam mendadak tinggi selama 4-7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, nyeri kepala / belakang mata diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan di bawah kulit. Kadar trombosit dapat turun sampai kadar < 100.000/mm3.
Dengue Haemorrhagic Fever atau Demam Berdarah Dengue (DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis / mimisan), mulut, dubur, dan lain sebagainya.
Dengue Syok Syndrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan shock / preshock. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Demam Karena DBD
Demam bisa menjadi gejala dari penyakit serius, seperti demam berdarah. Namun bila demam baru berlangsung satu hari, sulit membedakan antara demam berdarah dengan demam karena penyakit lain, seperti influenza, sakit tenggorokan atau tifus, karena gejalanya mirip. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demam pada anak bisa dicurigai DBD jika :
- Demam mendadak tinggi 2-7 hari.
- Ada gejala perdarahan, misalnya bintik-bintik merah dikulit yang tidak hilang meski kulit diregangkan, gusi berdarah, mimisan dan tinja berdarah. Bintik-bintik merah dikulit bisa muncul sendiri atau dibuat muncul dengan uji bending. Uji ini dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah yang digembungkan disekitar lengan hingga pembuluh darah tertekan. Bila positif akan muncul bintik-bintik merah.
- Ada pembesaran hati (organ hati membesar saat dilakukan perabaan).
- Terjadi syok, denyut nadi melemah dan cepat, tekanan darah turun, anak gelisah, tangan dan kaki dingin.
- Pemeriksaan laboratorium trombosit turun dan terjadi kenaikan kekentalan darah. Trombosit kurang dari 100.000/ul dan hematokrit meningkat 20% dari normal.
- Lingkungan
- Biologis
- Kimiawi