← Kembali ke Informasi Terkini
Seberapa Penting Tabir Surya
dr. Nur Dwita Larasati, M.Sc, Sp.KK - Indonesia adalah negara yang terletak di daerah tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Sebagian penduduk bekerja di luar ruangan sehingga mendapatkan banyak paparan sinar matahari bahkan pada saat matahari sedang terik. Paparan berlebih terhadap sinar matahari akan menimbulkan beberapa kelainan seperti kulit kemerahan, bercak kehitaman, penuaan dini, bahkan kanker kulit. Untuk mencegah efek buruk paparan sinar matahari dapat dilakukan dengan cara menghindari paparan berlebihan sinar matahari, yaitu dengan memakai pelindung fisik seperti : pakaian tertutup, payung, topi dan memakai tabir surya. Tabir surya merupakan bahan-bahan kosmetik yang secara fisik atau kimia dapat menghambat penetrasi sinar ultra violet ke dalam kulit.
Salah satu metode untuk menentukan aktivitas tabir surya suatu zat adalah dengan mengukur besarnya faktor perlindungan sinar matahari atau yang dikenal dengan istilah SPF (Sun Protecting Factor). SPF diartikan sebagai jumlah energi ultraviolet yang dibutuhkan untuk menimbulkan MED (Minimal Erytemal Dose) pada kulit yang terlindungi produk atau zat aktif tabir surya dibandingkan dengan jumlah energi yang dibutuhkan untuk menimbulkan MED tanpa perlindungan produk atau zat aktif tabir surya. Untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet disarankan minimal menggunakan SPF 15. Efektifitas SPF dalam tabir surya antara lain tergantung pada kulit. Artinya, jika kulit mulai terbakar setelah 30 menit berada di bawah sinar matahari, SPF 15 melindungi kulit 15 kali 30 menit atau 450 menit. SPF 15 memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet hingga 93%, sementara SPF 30 memberikan perlindungan hingga 97% dan SPF 50 atau lebih, memberikan perlindungan hingga 98%.
Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan dalam menggunakan tabir surya adalah :
- Mengoleskan terlambat dan terlalu sedikit.
- Beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
- Pergi keluar sebentar tanpa mengoleskan tabir surya.
- Mengabaikan SPF ketika berada di dalam ruangan.
- Hanya mengandalkan makeup.
- Shovyana, H.H., A. Karim Zulkarnain. 2013. Physical Stability and Activityof Cream W/O Etanolic Fruit Extract of Mahkota Dewa as A Sunscreen. Traditional Medicine Journal 18(2). Yogyakarta : Fakultas Farmasi UGM.
- Susanti, M., Dachriyanus, Doni Permana Putra. 2012. Aktivitas Perlindungan Sinar UV Kulit Buah Garcinia Mangostana Linn secara In Vitro. Jurnal Farmasi Indonesia Pharmacon. Surakarta : Fakultas Farmasi UMS.
- Zularnain, Abdul K., Novi Ernawati, Nurul Ikka Sukardani. 2013. Aktivitas Amilum Benguang (PachyrrizuserosusL.) Sebagai Tabir Surya pada Mencit dan Pengaruh Kenaikan Kadarnya Terhadap Viskositas Sediaan. Traditional Medicine Journal 18(1). Yogyakarta : Fakultas Farmasi UGM.