← Kembali ke Informasi Terkini
STOP Rokok.. Ayo Kamu Bisa!
dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes - Banyak orang tahu bahwa rokok mengganggu kesehatan. Namun sebagian besar perokok tetap merokok. Hal ini dikarenakan kurang atau tidak ada motivasi, sifat adiksi dari nikotin, tidak tahu cara berhenti merokok, adanya withdrawal syndrome jika berhenti merokok serta sikap masa bodoh dari perokok itu sendiri.
Sekitar 70-80 % perokok ingin berhenti merokok tetapi hanya 5 - 10 % yang dapat melakukan tanpa bantuan. Terdapat data yang menyebutkan bahwa 40 % perokok secara serius mencoba berhenti merokok, tetapi hanya 3 % yang berhenti dalam 6 bulan berikutnya. Meskipun berbagai kampanye telah dilakukan, perlu terus dicari tehnik berhenti merokok yang ampuh. Harus disadari bahwa sampai sekarang belum ada cara yang dapat digunakan untuk menjamin seseorang pasti berhenti merokok.
Gejala-gejala putus nikotin, penyebab, durasi dan tips yang dapat dilakukan :
- Gangguan tidur (contoh insomnia), sebab fungsi gelombang otak kembali normal, durasi 2-4 minggu, dan lakukan latihan relaksasi, hindari kafein.
- Keinginan merokok, sebab terjadi penurunan kadar dopamin, durasi > 10 minggu, dan hindari situasi yang memicu keinginan merokok.
- Batuk, sebab sekresi mukus yang berlebihan, durasi beberapa hari/minggu-minggu pertama, dan minumlah air.
- Sakit kepala, sebab kadar CO menurun dan kadar O2 meningkat, durasi 1-2 minggu, dengan analgesik / minum air.
- Emosi yang tidak stabil, sebab ketagihan nikotin, durasi 2-4 minggu, dengan berjalan-jalan menghindari kafein, latihan relaksasi.
- Sulit konsentrasi, sebab hilangnya stimulasi dari nikotin, durasi beberapa minggu, menghindari stress tambahan, latihan relaksasi.
- Nafsu makan yang meningkat, sebab indra pengecap kembali berfungsi. Hormon Vasopressin kembali normal. Durasi beberapa minggu, dengan melakukan minum air, makan cemilan rendah kalori.
- Pikirkan hal-hal menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (1,5 - 2 minggu).
- Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur-sayuran dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok.
- Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri.
- Berolahraga yang menyenangkan dan disukai secara teratur dan terukur.
- Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
- Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena atau membaca buku.
- Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dan buanglah korek api.
- Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gigi dan pergilah berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok.
- Jika merokok disertai dengan minum kopi maka gantilah kopi dengan jus buah, dan lain-lain.
- Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok.
- Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita.
- Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi.
- Jika berpikir bahwa rokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.
- Perlu keterlibatan keluarga, teman dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
- Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan apa yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.
- Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.
- Jika ingin berhenti seketika
- Menunda
- Mengurangi