← Kembali ke Informasi Terkini
Deteksi Dini Asthma Pada Anak
dr. Kurnianto, Sp.P - Penyakit asma dalam bahasa Inggris disebut Reactive Way Disease (RAD) atau orang awam biasanya menyebut penyakit ini dengan ‘bengekan”. Penyakit asma merujuk pada sebuah kelainan dalam bentuk alergi yang memicu ketegangan, peradangan dan iritasi pembuluh bronchial sehingga berakibat timbul sesak nafas, batuk atau napas yang berbunyi.
Penyakit Asma dapat digolongkan sebagai berikut :
- Penyakit Asma Akibat Aspirin, yakni penyakit asma yang dipicu karena mengkonsumsi aspirin dan zat yang sejenis lainnya.
- Penyakit Asma Intrinsik, yakni penyakit asma yang disebabkan oleh infeksi dengan kombinasi rangsangan dari luar.
- Penyakit Asma Ekstrinsik, yaitu penyakit asma ini disebabkan oleh alergen yang sifatnya dihirup seperti serbuk bunga, bulu, jamur dan lain-lain.
- Penyakit Asma Campuran merupakan gabungan antara penyakit asma intrinsik dan penyakit asma ekstrinsik.
- Penyakit Asma Okupasi yaitu penyakit asma yang dipicu oleh alergi debu, gas dan berbagai asap buangan industri.
- Pada awalnya anak akan menderita sesak napas namun kondisi ini terjadi secara periodik, bukan hanya itu sesak napas ini juga akan disertai dengan nafas yang berbunyi.
- Rasa gatal mulai menyerang daerah dada atau tenggorokan.
- Batuk kering mulai menyerang di malam hari disertai pula dengan pilek.
- Gejala lebih lanjut dan parah adalah penderita sulit bernapas, terjadinya letargi yaitu kesadaran yang mulai menurun dan timbulnya warna biru pada kulit akibat kurang oksigen.
- Dibutuhkan kesabaran, perencanaan yang ekstra keras dan hati-hati untuk mengelola pemicu asma yang untuk mencegah serangan asma.
- Hindari pemicu semaksimal mungkin, hindari alergen dan iritan yang dokter anak anda identifikasi sebagai pemicu asma.
- Larang merokok di sekitar anak anda. Paparan asap tembakau pada masa bayi merupakan faktor risiko yang kuat untuk asma anak, serta umumnya memicu serangan asma.
- Dorong anak anda untuk aktif. Selama asma anak anda terkontrol dengan baik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengkondisikan paru untuk bekerja lebih efisien.
- Memiliki rencana, kerjasama dengan dokter anak anda untuk mengembangkan rencana tindakan asma, dan pastikan semua perawat anak anda -penyedia penitipan anak, guru, pelatih dan orang tua dari teman-teman anak anda- memiliki salinannya.