← Kembali ke Informasi Terkini
Waspada Serangan Asthma
dr. Kurniyanto, Sp.P - Asthma terjadi ketika saluran pernafasan di paru (bronchial tubes) mengalami pembengkakan dan terbatasnya kemampuan bernafas. Otot dinding cabang tenggorokan mengetat, dan saluran pernafasan anda menghasilkan kelebihan lendir yang menyumbat jalan nafas anda. Tanda dan gejala Asthma berbeda mulai dari nafas yang berat sampai kepada serangan Asthma yang membahayakan nyawa.
Asthma tidak dapat disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol. Pengaturan itu termasuk menghindari pemicu Asthma dan melacak gejalanya. Anda mungkin akan memerlukan kontrol medis jangka panjang untuk mencegahnya menjadi lebih parah dan mengambil pengobatan darurat jangka pendek untuk mengontrol gejalanya pada saat pertama kali.
Asthma yang tidak terkontrol dapat menurunkan produktivitas. Untuk itu penegakan diagnosis Asthma menjadi faktor penting untuk mengetahui kondisi anda. Lebih lanjut penegakan diagnosis ini bisa digunakan sebagai acuan penemuan jenis perawatan yang dibutuhkan penderita Asthma.
Sebelum melakukan penegakan diagnosis, hendaknya anda mencermati beberapa gejala Asthma. Penyakit ini memiliki tanda dan gejala mulai dari yang ringan sampai parah, dan bervariasi pada setiap orang. Anda mungkin memiliki gejala Asthma seperti nafas yang berat secara rutin atau serangan sesak nafas mendadak.
Tanda dan gejala umum penyakit Asthma antara lain :
- Nafas pendek
- Pengetatan pada otot dada atau rasa sakit pada dada.
- Sulit tidur karena nafas pendek, batuk atau nafas sengau.
- Batuk atau sengau yang memburuk ketika terserang virus pernafasan, seperti pilek dan flu.
- Alergen yang melayang di udara, seperti serbuk sari, bulu hewan, jamur dan debu.
- Infeksi saluran pernafasan, seperti pilek.
- Aktifitas fisik (olah raga yang memaksa timbulnya Asthma.
- Udara dingin
- Polusi udara dan iritan, seperti asap rokok.
- Obat tertentu, termasuk beta blocker, aspirin dan obat non-steroidal anti-inflammatory lainnya.
- Emosi yang tinggi dan stres.
- Sulfida, pengawet yang ditambahkan pada beberapa makanan yang tidak tahan lama.
- Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kondisi di mana asam perut naik ke tenggorokan.
- Siklus menstruasi pada wanita.
- Reaksi alergi pada makanan seperti kacang dan kerang.
- Sejarah keluarga dengan Asthma.
- Sering mengalami infeksi saluran pernafasan ketika kecil.
- Terkena asap rokok.
- Tinggal di lingkungan perkotaan, khususnya jika terdapat polusi udara.
- Terkena pemicu saat bekerja, seperti penggunaan zat kimia pada pertanian, bekerja sebagai penata rambut atau bekerja di pabrik.
- Berat badan yang rendah saat lahir.
- Kegemukan