← Kembali ke Informasi Terkini
Mengurangi Dampak Sampah Plastik pada Kesehatan dan Lingkungan Dengan Menerapkan Beberapa Cara Sederhana
Erni Asni Nababan, SST - Saatnya peduli dengan lingkungan!
Tidak dapat dipungkiri, plastik merupakan temuan yang sangat bermanfaat sepanjang perjalanan sejarah manusia. Plastik mempunyai sifat yang tahan air, tahan lama, dan praktis sehingga dianggap paling tepat sebagai kemasan atau pelindung segala hal. Tanpa sadar, kehidupan kita begitu bergantung dengan benda ini.
Pernahkah kita berpikir, kemana plastik-plastik itu bermuara? Sampah plastik ini dihasilkan setiap hari, ada yang dibuang begitu saja, tertiup angin atau masuk ke tong sampah untuk tiba di TPA tanpa pengolahan yang semestinya. Diperkirakan satu orang menggunakan sekitar 700 kantong plastik setiap tahunnya.
Indonesia merupakan penghasil sampah plastik kedua terbanyak di dunia. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan.
Dampak pencemaran akibat plastik dapat membahayakan kesehatan baik terhadap lingkungan maupun tubuh manusia. Plastik akan mempengaruhi kesehatan tubuh manusia apabila tertimbun di tanah atau air kemudian terjadi pecahan-pecahan dari limbah plastik, itu berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika air itu dikonsumsi. Selain itu, plastik yang sulit terurai memberi dampak terjadinya penimbunan limbah, menyumbat saluran air, dan banjir yang dapat mencemari lingkungan.
Tidak hanya itu, dampak berbahaya lainnya akan terjadi pada tanaman di darat dan biota air. Misalnya, mikroplastik yang terkandung di dalam air akan langsung masuk ke dalam organ tubuh ikan dan ikan tersebut tidak akan bertahan hidup lama, dan apabila dikonsumsi oleh manusia juga dapat berbahaya. Kemudian kalau mikroplastik kena panas matahari atau terbakar itupun berbahaya bagi pernafasan, karena asap dari hasil pembakaran plastik menghasilkan zat karbonmonoksida.
Namun memang belum ada kajian ambang batas kandungan mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Tetapi, masyarakat dihimbau untuk mengurangi penggunaan plastik.
Sebenarnya yang lebih diutamakan kita membatasi penggunaan plastik seperti di ritel atau warung-warung. Apabila dapat dibatasi, dan kita dapat mengurangi plastik dimulai dari rumah tangga melalui pengelolaan limbah. Caranya, bisa dengan pengelompokkan limbah organik dan non organik. Limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sementara limbah non organik dapat didaur ulang menjadi karya seni yang bernilai ekonomi.
Berikut beberapa langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi konsumsi atau penggunaan plastik sehari-hari, antara lain:
- Membawa Tas Belanja Sendiri
- Membawa Tumbler atau Botol Air Minum Sendiri
- Gunakan Kotak Bekal untuk Membungkus Makanan
- Berhenti Menggunakan Sedotan dan Sendok/Garpu Plastik Sekali Pakai
- Kurangi Produk yang Menggunakan Kantong Plastik
- Simpan Produk Makanan dan Bahan Makanan ke Dalam Botol atau Jar atau Toples
- Rencanakan Daftar Belanja