← Kembali ke Informasi Terkini
Flu Singapura
Yulia Dewi Wijayanti, S.Kep.Ns - Flu Singapura / Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut (PTKM) / Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) adalah infeksi menular akibat virus Coxsackievirus A16 atau Enterovirus 71 (EV71) bagian dari keluarga Enterovirus (penghuni sementara saluran pencernaan dan dapat diisolasi dari tenggorokan / usus bawah).
Pada dasarnya bukan penyakit yang berbahaya. Pengobatan berdasarkan simtomatik / gejala dengan mengkonsumsi makanan cukup protein dan kalori.
Masa inkubasi (dari terkena sampai muncul gejala) 3-6 hari, gejala berlangsung 7-10 hari dan dapat hilang sendiri. Akan tetapi jika gejalanya dibiarkan dan pasien tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat menyebabkan komplikasi serius.
Siapa yang berisiko terkena?
- Pada umumnya pada anak-anak, terutama pada anak di bawah 5 (lima) tahun. Penyakit ini juga dapat dialami oleh anak yg lebih tua dan orang dewasa.
- Pada masyarakat berpenduduk padat.
- Orang dengan perilaku kebersihan diri yang buruk.
- Orang yg sering berada di tempat umum.
- Cairan bisul / blister pada ruam di tangan, kaki.
- Cairan saliva / air ludah.
- Cairan hidung : ingus.
- Dropplet : percikan dahak saat batuk / bersin.
- Feses (habis cebok, ganti popok).
- Mainan anak
- Permukaan benda yang sering disentuh (lantai, meja, kursi).
- Barang-barang seperti handuk, pakaian, sepatu, kaus kaki, peralatan makan sendok, piring, gelas, dan lain sebagainya.
- Demam 2-3 hari pertama;
- Hidung berair;
- Nafsu makan turun;
- Sakit tenggorokan;
- Luka / sariawan di mulut;
- Nyeri perut;
- Lemas;
- Bintil pada tangan;
- Bintil pada mulut;
- Bintil pada kaki;
- Blister pada langit-langit;
- Blister pada lidah;
- Blister pada bibir.
- Jika bayi berusia di bawah tiga bulan dan suhu rektalnya mencapai 38ºC atau lebih tinggi. Bayi sangat muda dengan demam tinggi harus diawasi dengan hati-hati.
- Jika bayi berusia minimal 3 bulan dan suhunya mencapai 38,5ºC atau lebih; atau jika berusia setidaknya 6 bulan dan suhu tubuhnya mencapai 39,5ºC.
- Jika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering belum BAK dalam 6 jam terakhir, lemas.
- Jika anak menunjukkan gejala mual / muntah berulang, sesak nafas, halusinasi.
- Kuku jari kaki dan tangan lepas;
- Dehidrasi;
- Meningitis virus;
- Ensefalitis (radang otak).
- Berikan asupan cairan yg cukup untuk cegah dehidrasi. Berikan cairan (dingin) untuk mengurangi sakit tenggorokan.
- Hindari pemberian makan asin, pedas, atau asam jika nyeri mulut dan perut.
- Jaga area lecet / pecahan bisul tetap bersih dan terbuka.
- Oleskan salep antibiotik pada bekas pecahan bisul di kulit.
- Obat kumur untuk kurangi nyeri di mulut.
- Berikan penurun demam jika demam.
- Mengistirahatkan anak di rumah sampai keadaannya benar-benar pulih, dan sebaiknya tidak diperbolehkan masuk sekolah hingga demam dan kelainan kulit membaik serta semua bisul telah kering.
- Mencuci tangan dan menjaga kebersihan pribadi.
- Tidak berbagi mainan atau bersentuhan langsung dengan sumber infeksi.
- Cuci dan sterilkan mainan dan benda-benda lain yang terkena cairan tubuh orang yang terinfeksi.
- Desinfeksi area permukaan yang sering disentuh anak : mebel dan lantai.
- Tidak berbagi peralatan makan dan mandi dengan orang yang terinfeksi.
- Cuci dan sterilkan pakaian, seprai, dan selimut yang terkontaminasi dengan sabun dan air panas.
- Ajarkan anak bagaimana cara menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri seperti cuci tangan setelah bermain, mau makan, habis dari kamar mandi.
- Menutup mulut dan hidung saat bersin / batuk, bersihkan dengan tisu sekali pakai lalu cuci tangan.
- Memberi asupan gizi yang cukup.
- Hindari kegiatan berkelompok saat terjadi wabah. Seperti sekolah, berenang.