← Kembali ke Informasi Terkini
Batasi Makanan Manis, Asin, dan Gurih
Tri Catur Nugrahasari, S.Gz - Orang-orang bijak sering mengatakan bahwa "Dalam hidup ini, kesehatan adalah harta yang paling berharga". Sehat dan bugar merupakan dua kunci yang sebaiknya dimiliki oleh setiap orang agar dalam hidup ini menjadi lebih bermakna. Untuk mewujudkannya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengaturan makan. Menurut Suprapti (2002), makanan yang berkualitas baik adalah makanan yang bermanfaat dan mengandung unsur-unsur gizi serta kalori yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia.
Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, maka tuntutan konsumen terhadap bahan pangan juga kian bergeser. Bahan pangan yang kini mulai banyak diminati konsumen bukan saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik tetapi juga penampakan dan cita rasa yang menarik. Rasa yang nikmat pada makanan akan berbading lurus dengan konsumsi yang semakin meningkat. Penelitian yang dilakukan Liber, dkk (2014) memberikan kesimpulan bahwa peningkatan kualitas cita rasa makanan di rumah sakit meningkatkan asupan gizi, status kesehatan dan memperpendek lama perawatan pasien.
Cita rasa pada makanan identik dengan penambahan bumbu, termasuk gula, garam dan minyak. Walaupun komponen-komponen ini sangat mempengaruhi cita rasa makanan, tetapi dalam penggunaannya perlu adanya pengaturan karena jika ditambahkan secara berlebihan dapat meningkatkan kasus kegemukan dan berbagai penyakit degenerative lain. Dalam piramida gizi dan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, terdapat anjuran konsumsi gula, garam dan minyak :
- Anjuran konsumsi gula /orang /hari adalah 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan gula 4 sendok makan /orang /hari (50 gram/orang/hari).
- Anjuran konsumsi garam adalah 2000 mg natrium atau setara dengan garam 1 sendok teh (sdt) /orang /hari (5 gram/orang/hari).
- Anjuran konsumsi lemak /orang /hari adalah 20-25% dari total energi (702 kkal) atau setara dengan lemak 5 sendok makan/orang /hari (67 gram/orang/hari).
- Gunakan bumbu alami seperti bawang, jahe, tomat, dan lain-lain dalam jumlah yang lebih banyak untuk mengurangi penggunaan garam, terutama ketika akan membuat sayur berkuah banyak, kombinasi bumbu alami akan mengeluarkan rasa dan asin yang tepat.
- Baca label pada kemasan makanan, yakni kandungan natrium dalam tabel informasi nilai gizi. Kandungan natrium dalam makanan sebaiknya <20 % Angka Kecukupan Gizi.
- Minimalisir konsumsi natrium berlebih dengan kebiasaan makan yang baik.
- Kebiasaan mengonsumsi snack yang kaya natrium seperti keripik singkong, kerupuk, perlu diminimalkan, karena faktanya sebuah kerupuk mengandung 250-400 mg/buah. Selain itu, mie instan mengandung natrium yang besar mulai dari 900 mg - 1900 mg tergantung merk dan berat mie instannya.
- Batasi makanan yang mengandung natrium saat berpergian, karena sebagian besar kafe, kantin maupun resto menyajikan makanan tinggi natrium.