← Kembali ke Informasi Terkini
Congestive Heart Failure (CHF)
dr. Hari Yusti Laksono, Sp.JP - Gagal Jantung Kongestif atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini terjadi karena kelainan pada otot-otot jantung sehingga tidak bisa bekerja secara normal.
Selama ini, gagal jantung digambarkan sebagai kondisi jantung seseorang yang berhenti bekerja, dalam hal ini adalah berhenti berdetak. Padahal, gagal jantung berarti ketidakmampuan jantung dalam memompa darah atau ketidakmampuan jantung memenuhi kuota darah normal yang dibutuhkan tubuh.
Proses Terjadinya Gagal Jantung Kongestif
Jantung memiliki empat ruang yang memiliki tugas masing-masing. Gagal jantung kongestif ada tipe sebelah kiri, kanan, dan campuran. Pada penderita gagal jantung kongestif sebelah kiri, ruang bawah kiri atau ventrikel kiri dari jantung tidak berfungsi dengan baik. Bagian ini seharusnya mengalirkan darah yang optimal ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri.
Karena fungsinya bilik kiri tidak berjalan secara optimal, maka terjadilah peningkatan tekanan pada serambi kiri dan pembuluh darah di sekitarnya. Kondisi ini menciptakan penumpukan cairan di paru-paru (edema). Selanjutnya penumpukan cairan juga dapat terbentuk di organ perut dan kaki. Keadaan ini kemudian mengganggu kinerja ginjal sehingga tubuh mengandung konsentrasi air dan garam lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa juga bukan dikarenakan kegagalan ruang bawah bagian kiri dari jantung dalam memompa darah. Ketidakmampuan ventrikel kiri jantung dalam melakukan relaksasi juga kadang menjadi penyebabnya. Karena tidak mampu melakukan relaksasi, maka terjadilah penumpukan darah saat jantung melakukan tekanan balik.
Seperti Apa Gejala yang Muncul?
Ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa seseorang mengidap gagal jantung kongestif. Meski pada tahap awal gejalanya mungkin tidak akan berdampak kepada kondisi kesehatan secara umum, namun seiring memburuknya kondisi yang diderita, maka gejalanya kian nyata.
Setidaknya ada tiga tahapan gejala yang bisa dilihat pada seorang pengidap gagal jantung kongestif. Yang pertama adalah gejala tahap awal. Pada tahap ini, pasien mengalami :
- Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki.
- Mudah lelah.
- Kenaikan berat badan yang signifikan.
- Makin sering ingin buang air kecil, terutama saat malam hari.
- Denyut jantung tidak teratur.
- Paru-paru sesak sehingga menyebabkan batuk.
- Napas berbunyi.
- Sesak napas karena paru-paru dipenuhi cairan.
- Menjalarnya rasa nyeri di dada melalui tubuh bagian atas, kondisi ini bisa juga menandakan adanya serangan jantung.
- Kulit menjadi kebiru-biruan karena paru-paru mengalami kekurangan oksigen.
- Tarikan napas yang pendek dan cepat.
- Mengalami pingsan.
- Aritmia
- Kegagalan Organ Tubuh Lain
- Kematian Mendadak