← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Hemoroid

Wahyu Pamungkas Bayu Aji, AMK - Definisi Hemoroid adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang disertai perdarahan. Etiologi     Konstipasi kronis     Mengejan saat defekasi     Kurang makanan berserat Faktor Risiko     Keturunan     Pekerjaan     Umur Gejala     Mengeluarkan darah saat buang air besar. Darah berwarna terang.     Muncul benjolan di sekitar anus. Benjolan tersebut akan membesar saat duduk dan akan kembali mengecil saat rebahan.     Timbul rasa nyeri saat buang air besar akibat rangsangan saraf di sekitar anus.     Penderita hemoroid biasanya susah duduk tenang karena ada pembengkakan di rectum yang menyebabkan nyeri.     Mengalami gatal gatal di sekitar anus. Klasifikasi Hemoroid Interna     Tingkat I Varises satu atau lebih vena hemoroid interna dengan gejala perdarahan  berwarna merah segar saat defekasi, tanpa diserati nyeri, tidak terdapat prolaps.     Tingkat II Varises dari dua atau lebih vena hemoroid interna yang keluar dari dubur pada saat defekasi tetapi bisa masuk lagi (spontan).     Tingkat III Seperti tingkat II tetapi tidak masuk spontan harus didorong dengan jari.     Tingkat IV Terjadi perdarahan sesudah defekasi terjadi prolaps hemoroid yang tidak dapat di dorong masuk.   Hemoroid Ekterna Berupa pembekakan bulat kebiruan pada pinggir anus tandanya : nyeri, rasa gatal sekitar hemoroid.   Penatalaksanaan Jika sudah terkena hemoroid, maka upaya pengobatan bisa dilakukan, baik pengobatan yang umum dilakukan maupun obat-obatan tradisional :     Untuk meringankan hemoroid, berendamlah secara teratur di air hangat, lakukan beberapa kali sehari.     Konsumsi tinggi makanan serat dan pemberian asupan cairan adekuat.     Menjaga kebersihan area anus.     Kompres air dingin di anus jika terjadi pembengkakan.     Kompres dengan kimiri yang sudah dihancurkan dan dicampur air hangat.   Pencegahan     Minum sedikitnya 8 gelas air putih sehari.     Meningktakan jumlah aktifitas fisik harian.     Tambahkan pelunak tinja / pencahar untuk diet. Konsultasi dengan dokter mengenai penggunaan berkepanjangan pelunak tinja dan pencahar.     Turunkan berat badan.     Jangan mengejan bila tinja masih belum mau keluar.     Segera buang air besar jika sudah merasa ingin BAB.     Hindari duduk lama.     Mengkonsumsi makanan yang kaya serat.