← Kembali ke Informasi Terkini
Kanker Ginekologi Dalam Masa Pandemi COVID-19
dr. Brian Prima Artha, Sp.OG (K) Onk - Data terakhir dari WHO pada tanggal 21 April 2020 melaporkan bahwa penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona (COVID-19) telah dikonfirmasi menginfeksi 2.397.216 orang di seluruh dunia. Sebanyak 162.956 kematian dilaporkan berhubungan dengan COVID-19. Di Indonesia sendiri, pada tanggal 22 April 2020 pemerintah melaporkan 7.418 orang dikonfirmasi positif dan 635 kematian berhubungan dengan COVID-19.1 Prediksi mengenai kapan pandemi ini berakhir masih belum jelas. Hal ini berkaitan dengan banyak faktor, termasuk kondisi sosial kultural di luar institusi layanan kesehatan. Terlepas dari keterbatasan pengetahuan dan data yang ada, COVID-19 memang hal yang baru untuk semua orang (bahkan untuk tenaga medis).
Simpang siur informasi mengenai COVID-19 dapat menimbulkan berbagai potensi masalah. Penyakit ini benar-benar baru sehingga tidak ada guideline maupun referensi yang kuat sebagai dasar tata laksananya. Kegelisahan tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat awam sebagai pasien, namun juga penyedia layanan kesehatan. Sebagai contoh adalah rekomendasi penggunaan masker oleh WHO yang memiliki banyak interpretasi karena belum adanya referensi yang kuat mengenai penyebaran virus corona.2 Penyedia layanan kesehatan juga dihadapkan dilema antara kewajiban memberikan layanan terbaik dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Berbagai ketimpangan kondisi yang ada dapat menimbulkan permasalahan, antara lain :
- Pencegahan penularan Virus Corona belum optimal (rekomendasi stay at home, physical distancing, penggunaan masker, pemahaman cara penularan COVID-19).
- Tanda dan gejala awal COVID-19 tidak khas.3
- Penegakan diagnosis COVID-19 tidak mudah (diagnosis menggunakan PCR, laboratorium minimal BSL 2).4
- Belum ada manajemen yang terbukti paling efektif untuk COVID-19.
- Keterbatasan alat pelindung diri untuk COVID-19.
- Keterbatasan tempat dan alat suportif untuk manajemen COVID-19.
- Hanya pasien pasien kanker yang esensial yang tetap direncanakan untuk operasi. Pasien yang termasuk dalam kategori ini adalah pasien yang tidak dapat menunggu hingga 2-3 bulan dan memiliki keuntungan untuk dilakukan operasi segara.
- Pasien dengan nyeri akut yang tidak dapat ditangani dengan metode lain.
- Kondisi kegawatdaruratan (perforasi organ).
- Selain kondisi di atas, semua operasi ditunda.
- World Health Organization. Global Update on Coronavirus Disease, 22 April 2020.
- World Health Organization. Advice on The Use of Masks in The Context of COVID-19 : Interim Guidance, 6 April 2020.
- Fu L, et al. Clinical Characteristics of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) in China : A Systematic Review and Meta-analysis. J Infect. 2020. doi: 10.1016/j.jinf.2020.03.041.
- Corman VM, Landt O, Kaiser M, et al. Detection of 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) by real-time RT-PCR. Euro Surveill 2020; 25.
- American Society for Colposcopy and Cervical Pathology. ASCCP Interim Guidance for Timing of Diagnositc and Treatment Procedures for Patients with Abnormal Cervical Screening Tests, 19 Maret 2020.
- Ramirez PT, et al. COVID-19 Global Pandemic : Options for Management of Gynecologic Cancers. Int J Gynecol Cancer 2020; 0:1-3. doi:10.1136/ijgc-2020-001419.
- American Brachytherapy Society. ABS Statement on Coronavirus, 27 Maret 2020.
- Ardizzone L, et al. Elective Surgery in The Time of COVID-19. Ann Surg Oncol. 2020 Apr 13 : 1-4.