← Kembali ke Informasi Terkini
Kehamilan di Era New Normal “Bersahabat” dengan COVID-19?
dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K) - COVID-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini ditularkan dari manusia ke manusia. Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam (suhu > 380C), batuk, dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat disertai dengan sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala gastrointestinal seperti diare, dan gejala saluran napas lain.
Setengah dari pasien timbul sesak dalam satu minggu. Pada kasus berat perburukan secara cepat dan progresif, seperti ARDS, syok septik, asidosis metabolik yang sulit dikoreksi, dan perdarahan atau disfungsi sistem koagulasi dalam beberapa hari. Pada beberapa pasien, gejala yang muncul ringan, bahkan tidak disertai dengan demam. Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik, dengan sebagian kecil dalam kondisi kritis bahkan meninggal.
Fakta Seputar Infeksi Virus Corona pada Ibu Hamil
Ibu hamil adalah ibu sehat, tetapi karena kehamilannya itu sesehat-sehatnya ibu hamil, daya tahan tubuhnya akan menurun. Itulah sebabnya meskipun belum banyak penelitian tentang pengaruh Virus Corona terhadap kehamilan, namun perubahan sistem imun yang terjadi pada kehamilan menyebabkan ibu hamil lebih rentan terkena infeksi Virus Corona dan lebih berisiko mengalami gejala penyakit yang berat dan fatal.
Virus yang menyebabkan COVID-19 berasal dari golongan virus yang sama dengan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Berdasarkan kejadian yang lalu, ibu hamil dengan SARS atau MERS berisiko lebih tinggi mengalami keguguran atau melahirkan bayi prematur. Kejadian ini mungkin saja dapat terjadi pada ibu hamil dengan COVID-19, meskipun data yang ada masih sangat sedikit.
Sejauh ini, penularan utama Virus Corona adalah melalui percikan air liur pada batuk atau bersin, sehingga penting untuk diperhatikan bagi ibu hamil yang hendak beraktifitas di luar rumah.
Cara Mencegah Infeksi COVID-19 pada Ibu Hamil
- Mencuci Tangan
- Menjaga Daya Tahan Tubuh
- Menggunakan Masker Saat Bepergian
- Memeriksakan Diri ke Dokter
- Pada kehamilan trimester pertama, pemeriksaan antenatal tidak dianjurkan, kecuali dibutuhkan pemeriksaan ultrasonografi bila ada keluhan serta kecurigaan terhadap kejadian kehamilan ektopik.
- Pada trimester kedua, pemeriksaan antenatal dapat dilakukan melalui telekonsultasi klinis, kecuali dijumpai keluhan atau kondisi gawat darurat.
- Pada trimester ketiga atau usia kehamilan 37 minggu ke atas, pemeriksaan antenatal harus dilakukan dengan tujuan utama untuk menyiapkan proses persalinan.
- Muntah hebat
- Pendarahan
- Kontraksi atau nyeri perut yang hebat
- Pecah ketuban
- Tekanan darah tinggi
- Nyeri kepala hebat
- Tidak merasakan gerakan janin
- Kejang