← Kembali ke Informasi Terkini
Kewaspadaan Kanker Payudara
dr. Lucky Taufika Y., Sp.Onk-Rad - Bulan Oktober hampir usai, tahukah anda bahwa bulan Oktober ini diperingati sebagai bulan kewaspadaan kanker payudara sedunia.
Kanker payudara terjadi ketika sel kanker terbentuk di dalam jaringan payudara, bisa di dalam kelenjar susu, saluran yang membawa air susu ke arah puting payudara, juga di jaringan lemak serta jaringan ikat di dalam payudara tersebut. Sel kanker ini nanti akan tumbuh berkembang abnormal, membesar tak terkendali dan juga menyebar ke otak, tulang dan paru-paru serta dapat mengakibatkan kematian. Dan perlu diketahui, kanker payudara ini dapat juga terjadi pada pria.
Data Globocan 2018, kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 30,9 persen atau sebesar 58.256 dari 188.231 kasus, hal ini menunjukkan, kanker payudara merupakan salah satu kejadian kanker tertinggi di Indonesia. Sedangkan menurut RISKESDAS tahun 2013, angka kejadiannya yaitu 50 per 100.000 penduduk dengan angka kejadian tertinggi di Propinsi tetangga kita, D.I Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk. Sementara itu, kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada wanita di Indonesia dengan angka kematian 21,5 per 100 ribu penduduk.
Faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya kanker payudara antara lain :
- Usia haid pertama (menarke) kurang dari 12 tahun.
- Wanita tidak menikah.
- Wanita tidak menyusui.
- Wanita tidak mempunyai anak.
- Wanita yang melahirkan anak pertama saat berusia 30 tahun.
- Penggunaan kontrasepsi dan atau terapi hormonal dalam waktu lama.
- Wanita menopause saat berusia diatas 55 tahun.
- Perokok aktif maupun pasif.
- SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dilakukan secara individu.
- SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dilakukan oleh dokter.
- USG (Ultrasonografi) payudara.
- Mamografi
- Simetris kanan dan kiri.
- Ukuran, bentuk, warna kulit keseluruhan normal.
- Tidak tampak gambaran payudara yang bengkak, kemerahan dan lekukan (lesung) pada kulit.
- Posisi puting payudara tidak berubah, tidak ada puting yang masuk ke dalam.
- Datanglah ke pusat layanan kesehatan / rumah sakit yang telah didukung sarana / fasilitas lengkap dan tersedia SDM yang handal, sehingga hasil pemeriksaan dan follow up lebih lanjut dapat dilakukan di tempat yang sama.
- Pemeriksaan dilakukan 5-7 hari setelah selesai menstruasi.
- Tidak menggunakan deodorant, anti prespirant (anti keringat) dan krim atau bedak pada daerah ketiak, lengan bawah dan dada.
- Pergunakan baju yang berkancing, sehingga mudah saat akan dilakukan pemeriksaan.
- Jika pernah melakukan pemeriksaan USG / mamografi sebelumnya dapat dibawa untuk perbandingan / evaluasi.
- Massa / benjolan yang bentuknya tidak teratur, lobuler, batas tidak tegas, corakan berbentuk bintang, masa dengan kepadatan tinggi.
- Mikrokalsifikasi dengan jumlah lebih dari 5.
- Distorsi arsitektur jaringan payudara.
- Penebalan kulit