← Kembali ke Informasi Terkini
Manajemen Laktasi
Putri Asari, AMK - Apa ASI itu? Bagaimana proses produksinya? Apa saja kandungannya? Apa saja manfaatnya? Bagaimana posisi menyusui, cara memerah ASI, dan cara menghangatkan ASI yang benar?
- Apa itu ASI?
- Bagaimana produksi ASI?
- Apa saja kandungan ASI?
- Kolostrum
- ASI Transisi / Peralihan
- ASI Matur
- Apa saja manfaatnya?
- Meningkatkan kecerdasan bayi.
- Mengurangi risiko penyakit.
- Membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah gelisah untuk waktu yang lama.
- Mengurangi kemungkinan alergi.
- Menjadi alternatif kontrasepsi alami karena dapat menunda masa subur.
- Menurunkan berat badan pasca melahirkan.
- Mengurangi risiko terkena kanker leher rahim dan kanker payudara.
- Mengurangi risiko terserang Human Papilloma Virus (HPV), yang dapat menyebabkan kanker serviks.
- Bagaimana posisi menyusui, cara memerah ASI, dan cara menghangatkan ASI yang benar?
- Wajah bayi menghadap ke payudara.
- Kepala dan badan berada 1 (satu) garis lurus.
- Ibu menyangga bayi dengan mantap.
- ASI perah disimpan dalam lemari pendingin atau menggunakan portable cooler bag.
- Untuk tempat penyimpanan ASI, berikan sedikit ruangan pada bagian atas wadah penyimpanan karena seperti kebanyakan cairan lain, ASI akan mengembang bila dibekukan.
- ASI perah segar dapat disimpan dalam tempat / wadah tertutup selama 6-8 jam pada suhu ruangan (26ºC atau kurang). Jika lemari pendingin (4ºC atau kurang) tersedia, ASI dapat disimpan di bagian yang paling dingin selama 3-5 hari, di freezer satu pintu selama 2 minggu, di freezer dua pintu selama 3 bulan dan di dalam deep freezer (-18ºC atau kurang) selama 6 sampai 12 bulan.
- Bila ASI perah tidak akan diberikan dalam waktu 72 jam, maka ASI harus dibekukan.
- ASI beku dapat dicairkan di lemari pendingin, dapat bertahan 4 jam atau kurang untuk minum berikutnya, selanjutnya ASI dapat disimpan di lemari pendingin selama 24 jam tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
- ASI beku dapat dicairkan di luar lemari pendingin pada udara terbuka yang cukup hangat atau di dalam wadah berisi air hangat, selanjutnya ASI dapat bertahan 4 jam atau sampai waktu minum berikutnya tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
- Jangan menggunakan microwave dan memasak ASI untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.
- Sebelum ASI diberikan kepada bayi, kocoklah ASI dengan perlahan untuk mencampur lemak yang telah mengapung.
- ASI perah yang sudah diminum bayi sebaiknya diminum sampai selesai, kemudian sisanya dibuang.