← Kembali ke Informasi Terkini
Menjalani Isolasi Mandiri dengan Bahagia
dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc - Penambahan kasus konfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia melonjak sebanyak 8.369 kasus baru pada Kamis (3/12/2020). Banyaknya kasus baru COVID-19 ini membuat banyak orang harus menjalani karantina ataupun isolasi mandiri. Ketika seseorang menjalani karantina atau isolasi mandiri disarankan untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bepergian ke ruang publik serta tidur di kamar terpisah dan menjaga jarak dari anggota keluarga lain. Hal ini mengakibatkan interaksi fisik dengan orang lain sangat minimal serta terganggunya aktivitas sehari-hari untuk sementara waktu yang dapat berdampak pada psikologis seperti munculnya stres dan cemas. Gangguan stres dan kecemasan yang terjadi dikhawatirkan menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih berat apabila tidak diatasi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dijalankan untuk menghindari atau meminimalisir stres dan kecemasan selama menjalani karantina atau isolasi mandiri.
- Berpikir Positif
- Membuat Rutinitas Harian
- Sosialisasi Secara Virtual
- Membatasi Sosial Media
- Mendengarkan Musik
- Kholidah, E.N., Alsa, A. 2012. Berpikir Positif untuk Menurunkan Stres Psikologis. Jurnal Psikologi, 39 (1), 67-75.
- Hunt, M.G., Marx, R., Lipson C., Young, J. 2018. No More Fomo : Limiting Social Media Decreases Loneliness and Depression. Journal of Social and Clinical Psychology, 37 (10). 751-768. https://guilfordjournals.com/doi/pdf/10.1521/jscp.2018.37.10.751.
- Porshi, J. M. 2020. Music Reliefs Stress & Anxiety during COVID 19 Pandemic. Asian Research Journal of Arts & Social Sciences, 11(4), 38-42. https://doi.org/10.9734/arjass/2020/v11i430178.
- Sergio Castillo-Pérez, Virginia Gómez-Pérez, Minerva Calvillo Velasco, Eduardo Pérez-Campos, Miguel-Angel Mayoral. 2010. Effects of Music Therapy on Depression Compared With Psychotherapy. The Arts in Psychotherapy. 37 (5), 387-390. https://doi.org/10.1016/j.aip.2010.07.001/.