← Kembali ke Informasi Terkini
Kekurangan Zat Besi pada Anak, Apa Dampaknya?
PKRS RSST - Zat besi berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Zat besi bekerja dengan meningkatkan kadar hemoglobin ke sel, jaringan, dan organ yang rusak, sehingga meningkatkan proses penyembuhan.
Kekurangan zat besi pada anak termasuk masalah kesehatan yang sering kita temui. Ini dapat terjadi pada banyak tingkatan, dari defisiensi ringan hingga anemia defisiensi besi, yakni anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah, artinya konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat kurangnya kadar zat besi dalam darah. Apabila tidak segera ditangani, anemia defisiensi besi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya itu, anemia defisiensi besi dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh pada anak, sehingga lebih rentan terserang penyakit. Oleh karena itu masalah ini memerlukan cara penanganan dan pencegahan yang tepat.
Bagaimana Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Defisiensi Besi?
Dapat dilakukan antara lain dengan cara :
- Meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan.
- Suplementasi zat besi.
- Julia Fitriany dan Amelia Intan Saputri. 2018. Anemia Defisiensi Besi. Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia. Jurnal Averrous Vol. 4 No. 2.
- Masrizal. 2007. Anemia Defisiensi Besi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2007, II.
- Maria Abdulsalam, Albert Daniel. 2002. Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan Anemia Defisiensi Besi. Subbagian Hematologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Sari Pediatri, Vol. 4, No. 2.
- Demaeyer. 1995. Pencegahan dan Pengawasan Anemia Defisiensi Besi. Widya Mendika Jakarta.