← Kembali ke Informasi Terkini
Perawatan Luka dengan Modern Dressing
Agus Suharto, S.Kep.Ners - Perawatan luka telah mengalami perkembangan sangat pesat terutama dalam 2 (dua) dekade terakhir, ditunjang dengan kemajuan teknologi kesehatan. Di samping itu, isu terkini manajemen perawatan luka berkaitan dengan perubahan profil pasien yang makin sering disertai dengan kondisi penyakit degeneratif dan kelainan metabolik. Kondisi tersebut biasanya memerlukan perawatan yang tepat agar proses penyembuhan bisa optimal. Manajemen perawatan luka modern sangat mengedepankan isu tersebut. Hal ini ditunjang dengan makin banyaknya inovasi terbaru produk-produk perawatan luka. Pada dasarnya, pemilihan produk yang tepat harus berdasarkan pertimbangan biaya (cost), kenyamanan (comfort), dan keamanan (safety).
Pengertian Luka
Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan karena cedera atau pembedahan. Luka bisa diklasifikasikan berdasarkan struktur anatomis, sifat, proses penyembuhan, dan lama penyembuhan. Berdasarkan sifat, yaitu : abrasi, kontusio, insisi, laserasi, terbuka, penetrasi, puncture, sepsis, dan lain-lain.
Klasifikasi berdasarkan struktur lapisan kulit, meliputi : superfisial, yang melibatkan lapisan epidermis; partial thickness, yang melibatkan lapisan epidermis dan dermis; dan full thickness yang melibatkan epidermis, dermis, lapisan lemak, fascia, dan bahkan sampai ke tulang.
Penyembuhan Luka
Berdasarkan proses penyembuhan, dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu :
- Penyembuhan primer (healing by primary intention).
- Penyembuhan sekunder (healing by secondary intention).
- Delayed primary healing (tertiary healing).
- Fase inflamasi
- Fase proliferasi atau epitelisasi
- Fase maturasi atau remodeling
- Status imunologi atau kekebalan tubuh
- Kadar gula darah
- Rehidrasi dan pencucian luka
- Nutrisi
- Kadar albumin
- Mempercepat fibrinolisis. Fibrin yang terbentuk pada luka kronis dapat dihilangkan lebih cepat oleh neutrofil dan sel endotel dalam suasana lembab.
- Mempercepat angiogenesis. Keadaan hipoksia pada perawatan luka tertutup akan merangsang pembentukan pembuluh darah lebih cepat.
- Menurunkan risiko infeksi; kejadian infeksi ternyata relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan perawatan kering.
- Mempercepat pembentukan growth factor. Growth factor berperan pada proses penyembuhan luka untuk membentuk stratum korneum dan angiogenesis.
- Mempercepat pembentukan sel aktif.
- Hidrogel
- Film Dressing
- Hydrocolloid
- Calcium Alginate
- Foam / absorbant dressing
- Dressing Antimikrobial
- Antimikrobial Hydrophobic
- Medical Collagen Sponge
- Casey G. Modern Wound Dressings. Nurs Stand. 2000; 15(5): 47-51.
- Kane D. Chronic Wound Healing and Chronic Wound Management. In : Krasner D, Rodeheaver, Editors. Health Management Publications; 1990.
- Singer AJ, Clark RAF. Mechanisms of Disease : Cutaneous Wound Healing. N Engl J Med. 1999; 341(10): 738-46.
- Wayne PA, Flanagan. Managing Chronic Wound Pain In Primary Care. Practice Nursing; 2006; 31:12.
- Theoret CL. Clinical Techniques In Equine Practice. 3rd ed. 2004. Chapter 2, Update On Wound Repair; p.110-22.
- Sibbald RG, Keast DH. Best Practice Recommendations For Preparing The Wound Bed : Update 2006, Clinical Practice, Wound Care. Canada; 2006: 4(1).