← Kembali ke Informasi Terkini
Cedera? Ingat RICE
Tim Promkes RSST - RICE? RICE = BERAS? Cedera ingat beras? Duh, bukan begitu konsepnya...
RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan untuk cedera akut, khususnya cedera jaringan lunak (sprain maupun strain). Metode terapi RICE ini dilakukan secepat mungkin sesaat setelah terjadinya cedera sampai dengan ±48 jam setelah cedera terjadi.
Sebelum melakukan latihan fisik / olahraga, kita dianjurkan untuk melakukan pemanasan dan setelah latihan fisik / olahraga dianjurkan untuk melakukan pendinginan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya cedera.
Jenis cedera dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Di antaranya :
- Klasifikasi cedera berdasar penyebab.
- Klasifikasi cedera berdasar berat ringan cedera.
- Klasifikasi cedera berdasar waktu.
- Klasifikasi cedera berdasar struktur jaringan yang terkena.
- Klasifikasi cedera berdasar mekanisme (biomekanik).
- Pencegahan cedera dilakukan sebelum dan saat latihan atau bertanding.
- Program yang seimbang meliputi : pemanasan (warm-up) dan pendinginan (cool-down) rutin, peregangan (stretching), latihan aerobik, dan latihan penguatan sesuai kecabangan (sport specific strength training). Perlengkapan yang baik dan sesuai juga diperlukan, selain itu pengaturan gizi yang sesuai memegang peranan penting dalam pencegahan cedera.
- R - Rest
- Menjaga cedera lebih lanjut.
- Membuat proses penyembuhan luka lebih cepat.
- I - Ice
- C - Compression
- E - Elevation
- Heat, efek panas dapat memperlambat laju penyembuhan dan dapat meningkatkan pendarahan internal dan pembengkakan.
- Alcohol, memiliki efek yang sama dengan heat.
- Running, berbagai jenis aktivitas harus dihindari selama 72 jam post-injuries.
- Massage, pemijatan pada fase akut dapat meningkatkan pendarahan dan pembengkakan. (Hn)
- Knight KL. Immediate Care of Acute Traumatic Injuries. Dalam Cryotherapy In Sport Injury Management. Champaign : Human Kinetics. Hlmn 85-98.
- Blekaley CM, McDonough SM, MacAuley DC. Cryotherapy for Acute Ankle Sprains : a Randomised Controlled Study of Two Different Icing Protocols. Br J Sports Med 2006; 40: 700-5.
- Inverarity L. Rest, Ice, Compression, Elevation-Management of Acute Injuries. 2007. Diunduh dari http://physicaltherapy.about.com/od/sportsinjuries/p/RICE.htm.
- Naimer SA, Chemla F. Elastic Adhesive Dressing Treatment of Bleeding Wounds In Trauma Victims. Am J Emer Med 2000;18:816-9.
- M. Soebroto, 1974. Cedera Olahraga. Jakarta : Direktorat Jenderal Olahraga dan Pemuda Depeartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Moh. Bahruddin. 2013. Penanganan Cedera Olahraga Pada Atlet (PPLM) dan (UKM) Ikatan Pencak Silat Indonesia Dalam Kegiatan Kejurnas Tahun 2013. Universitas Negeri Surabaya.