← Kembali ke Informasi Terkini
Diagnostik Radiologi Kelainan Otak dan Tulang Belakang
dr. Bramadi Nugroho, Sp.Rad - Radiologi diagnostik merupakan cabang ilmu kedokteran yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnostik suatu penyakit. Teknologi tersebut dikaitkan dengan pancaran gelombang ionik maupun non ionik. Tim pelayanan radiologi meliputi : dokter, perawat, radiografer, fisika medis, dan administrasi.
Kelainan otak / tulang belakang meliputi kelainan kongenital, infeksi, trauma / kecelakaan, tumor, vaskuler / stroke, degenerative / penuaan, evaluasi pre-post terapi.
Modalitas pemeriksaan radiologi yang dapat digunakan pada pemeriksaan kepala dan tulang belakang :
- Konvensional X-Ray (Rontgen)
- Konvensional X-Ray dengan kontras (Myelografi)
- Konvensional Fluoroskopi (Myelografi)
- C-Arm (Spine Surgery)
- Ultrasonografi (Kepala bayi / Trans Cranial Doppler)
- Computed Tomography Scan (CT Scan)
- Magnetic Resonance Imaging (MRI)
- Digital Substraction Angiography (Vaskuler)
- Sakit kepala
- Muntah
- Usia >60 tahun
- Keracunan obat atau alkohol
- Defisit dalam memori jangka pendek
- Bukti fisik trauma di atas klavikula
- Kejang pasca trauma
- Skor GCS <15
- Defisit neurologis fokal
- Defisit neurologis fokal
- Muntah
- Sakit kepala parah
- Usia ± 65 tahun
- Tanda fisik patah tulang tengkorak basilar
- Skor GCS <15
- Koagulopati
- Mekanisme cedera yang berbahaya (misalnya : ejeksi dari motor kendaraan, pejalan kaki tertabrak kendaraan, atau jatuh dari ketinggian lebih dari 3 kaki atau 5 tangga).