← Kembali ke Informasi Terkini
Paraplegia, Pernah Dengar?
Tim Promkes RSST - Paraplegia adalah kelumpuhan pada anggota gerak, dimulai dari panggul ke bawah. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya fungsi gerak (motorik) dan fungsi indera (sensorik) akibat adanya gangguan pada sistem saraf yang mengendalikan otot anggota gerak bagian bawah.
Paraplegia dapat terjadi hanya sementara atau bahkan menjadi permanen, tergantung pada penyebabnya. Berbeda dengan paraparesis yang masih dapat menggerakkan kedua tungkai walaupun kekuatannya melemah, paraplegia sama sekali tidak dapat menggerakkan kedua tungkai.
Apa yang menyebabkan terjadinya paraplegia?
Berikut ini adalah beberapa penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan paraplegia :
- Stroke
- Cedera saraf tulang belakang
- Multiple sclerosis
- Sindrom Guillain-Barré
- Spina bifida
- Hereditary spastic paraplegia
- Kanker atau tumor saraf tulang belakang
- Penyakit saraf motorik, seperti Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dan sindrom pascapolio
- Infeksi, seperti tropical spastic paraparesis dan polio
- Penyakit dekompresi
- Gangguan saraf tulang belakang, seperti syringomyelia
- Melakukan olahraga atau pekerjaan yang berisiko mengalami cedera saraf tulang belakang, seperti rugby atau menyelam.
- Memiliki riwayat penyakit saraf keturunan dalam keluarga, seperti hereditary spastic paraplegia.
- Memiliki riwayat penyakit kanker yang dapat menekan sumsum tulang belakang.
- Berusia 60 tahun ke atas.
- Memiliki gangguan tulang atau sendi.
- Kelumpuhan
- Mati rasa
- Buang air besar dan buang air kecil yang tidak terkontrol
- Tidak bisa ereksi
- Kesulitan bernapas
- Paraplegia spastik, di mana otot-otot tubuh pada bagian yang mengalami kelumpuhan dalam kondisi kaku dan tegang.
- Paraplegia flaksid, di mana otot-otot tubuh pada bagian yang mengalami kelumpuhan dalam kondisi lemas dan terkulai.
- Riska. 2011. Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Kondisi Para Plegi. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
- Apley AG and Solomon L. 2004. Buku Ajar Ortopedi Dan Fraktur System. Diterjemahkan oleh Edy Nugroho, Widya medika Jakarta.
- Shing, et al. 2019. Post-polio Syndrome : More Than Just a Lower Motor Neuron Disease. Frontiers in Neurology.
- Nightingale, et al. 2017. Energy Balance Components in Persons with Paraplegia : Daily Variation and Appropriate Measurement Duration. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity.
- Mayo Clinic. 2018. Diseases & Conditions. Cancer Prevention : 7 Tips to Reduce Your Risk.
- Winchester Hospital. 2018. Health Library. Quadriplegia and Paraplegia.