← Kembali ke Informasi Terkini
Terapi Gizi Pada Pasien HIV-AIDS
dr. Phitra Sekar Dianggra, Sp.GK - Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia sehingga sel-sel kekebalan tubuh manusia tersebut tidak dapat melaksanakan perannya melawan antigen zat asing dari luar. Rusaknya sel-sel kekebalan ini akan memudahkan seseorang rentan terkena infeksi penyakit.1
Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala, infeksi dan kondisi yang disebabkan oleh virus HIV. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang muncul akibat lemahnya sistem pertahanan tubuh yang telah terinfeksi HIV atau oleh sebab lain. Virus HIV secara progresif melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan menyebabkan malnutrisi, penurunan berat badan serta muscle wasting (penurunan massa otot).2
Penyebab-penyebab pasien HIV-AIDS dapat mengalami kekurangan gizi, yaitu :
- Metabolisme tubuh meningkat, tetapi asupan menurun.
- Mual, muntah, nafsu makan menurun dapat dikarenakan obat-obatan yang diberikan.
- Terjadi diare kronis atau diare yang terjadi lebih dari 2 minggu.
- Terjadi sariawan karena infeksi jamur menyebabkan kesulitan menelan.
- Beberapa pasien mengalami gejala awal depresi yaitu penurunan nafsu makan, murung, menangis, cenderung menarik diri, hingga akhirnya tidak mau makan sama sekali.
- Dilihat dari sisi virusnya, virus HIV akan merusak vili dan mikrovili di usus, sehingga penyerapan zat gizi terganggu dan akhirnya akan menyebabkan kondisi malnutrisi atau kekurangan nutrisi.
- Kondisi malnutrisi akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) semakin menurun, sehingga terapi pengobatan yang diberikan dokter penyakit dalam tidak akan berefek atau berdampak baik terhadap tubuh pasien / penyandang HIV-AIDS.
- Kondisi malnutrisi yang akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun tersebut akan menyebabkan pasien mudah terpapar infeksi sekunder seperti TB dan COVID-19.
- Selain kedua kondisi di atas, jika pasien tersebut terpapar kedua infeksi tersebut, dapat menyebabkan keluarga atau lingkungan sekitar tertular.
- Mempertahankan IMT (Indeks Massa Tubuh) > 18.5 kg/m2
- Mencegah malnutrisi
- Memperbaiki fungsi sistem kekebalan tubuh
- Mendukung kepatuhan minum obat
- Memperbaiki kualitas hidup pasien
- Pada pasien HIV tidak mempunyai pantangan terhadap makan, tetapi harus diperhatikan dan dipilih makanan yang dikonsumsi itu harus benar-benar bersih, karena pasien HIV mempunyai kecenderungan rentan terhadap diare. Jadi makanan harus dipastikan benar-benar bersih.
- Makan tetap 5x sehari (3x makan besar dan 2x snack), tetapi jika tidak mampu mengkonsumsi dalam jumlah besar secara bersamaan, maka jam makan bisa diperbanyak yaitu 7-8x/hari dengan porsi kecil.
- Pemilihan jenis makanannya untuk karbohidrat bisa didapat dari nasi/kentang/roti, untuk jenis protein bisa didapat dari telur (terutama putih telur), ayam, ikan, daging, tahu, tempe, kacang-kacangan. Diusahakan dalam sehari harus ada protein hewani seperti telur, ayam, ikan atau daging. Jika ada keluhan kesulitan mengunyah atau mual jika bau lauk, maka bisa dipilih alternatifnya yaitu susu formula/formula pengganti makan.
Referensi :
- Ames Kline AD. HIV/AIDS : Immune Function & Nutrition. Nutrition Dimention, 2011.
- Raiten DJ, Mulligan K, Papathakis P, Wanke C. Executive Summary Nutritional Care of HIV-Infected Adolescents and Adults, including Pregnant and Lactating Women : What Do We Know, What Can We Do, and Where Do We Go from Here? The American Journal of Clinical Nutrition. 2011; 94 (6): 1667S-76S.
- Nahikian Nelms NM, Sucher K, Lacey K, Roth LS. Nutrition Therapy and Pathophysiology : HIV and AIDS. Second Edition ed. The United States of America : Yolanda Cossio; 2011.
- Zhe Xu, Chao Zhang, Fu Sheng Wang. COVID-19 in people with HIV. The Lancet. 2020;7(8) : E524-E526.
- Hu W, Jiang H, Chen W, Hua He S, Deng B. 2011;4:544-50. Malnutrition in hospitalized people living with HIV/AIDS : evidence from a cross-sectional study from Chengdu, China. Asia Pacific Journal Clinical Nutrition.
- Satriono R, Tasli NA, Hadju V, Bukhari A, Titus J, Rasyid H. HIV-AIDS. Standar pelayanan medis gizi klinis. 1st ed. Makasar : SMF Gizi Klinis; 2011.p. 302-306.
- Jonkers-Schuitema CF, Sauerwein HP. Nutritional support in ADIS. In : Sobotka L, editor. Basic in clinical nutrition 4th ed, Czesh Republic : GALEN; 2011.p. 597-605.
- Piwoz E, Preble A. HIV/AIDS and nutrition : a review of the literature and recommendations for nutritional care and support. Academy for Educational Development / SARA Project. 2001.
- Pronsky MZ, Meyer A, Sharon, Gardner FC, editors. Nutrition in HIV Disease. 2nd Edition ed.