← Kembali ke Informasi Terkini
Mengenal Neuralgia Trigeminal
dr. Adika Mianoki, Sp.S - Anda pernah merasakan nyeri yang hebat pada salah satu sisi wajah? Mungkin itu suatu nyeri karena penyakit yang disebut neuralgia trigeminal. Bagaimana tanda-tandanya? Simak dalam ulasan singkat berikut.
Pengertian Neuralgia Trigeminal
Neuralgia trigeminal adalah sensasi nyeri yang sangat hebat, terjadi secara tiba-tiba, bersifat unilateral (pada satu sisi), berlangsung singkat, berulang, dan bersifat episodik yang terjadi pada distribusi sensorik saraf trigeminal. Rasa nyerinya dapat timbul di telinga, mata, bibir, hidung, kulit kepala, dahi, pipi, gigi, atau rahang dan terjadi pada satu sisi wajah.
Nyeri ini bisa dipicu oleh aktivitas tertentu seperti menggosok gigi, makan, mengunyah, mencukur, atau mencuci wajah dan terkena tiupan angin. Awitan muncul gejala penyakit ini umumnya di atas 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Kelainan nyeri disebabkan karena adanya nyeri neuropatik di sistem saraf pusat dan saraf tepi.
Dua Jenis Neuralgia Trigeminal
Ada dua jenis neuralgia trigeminal :
- Neuralgia trigeminal idiopatik. Penyebabnya tidak diketahui. Disebut juga dengan neuralgia trigeminal primer atau Tic Douloureux.
- Neuralgia trigeminal simptomatik. Disebabkan karena adanya penekanan cabang saraf nervus V (trigeminus) oleh karena pembuluh darah, meningioma (tumor otak), atau sklerosis multiple.
- Serangan nyeri paroksismal (sering berulang, berlangsung cepat, dengan tipe yang sama, berlangsung beberapa detik sampai kurang dari dua menit).
- Nyeri dirasakan sepanjang persarafan satu atau lebih cabang nervus V (trigeminus).
- Munculnya nyeri tiba-tiba, berat, tajam seperti tikaman, panas atau kesetrum dan superficial.
- Muncul alodinia (sensasi nyeri yang timbul akibat rangsangan yang normalnya tidak menyakitkan). Rangsangan yang bisa memicu antara lain makan, bicara, cuci muka, menggosok gigi, dan terkena tiupan angin.
- Di antara dua serangan pasien tidak merasakan nyeri, jika ada hanya berupa nyeri ringan dan tumpul.
- Apabila terapi pengobatan gagal memberikan hasil yang diharapkan.
- Apabila pasien tidak toleran terhadap obat-obatan dan gejalanya sangat hebat.
- Adanya ambaran kelainan pembuluh darah pada pemeriksaan MRI kepala.