← Kembali ke Informasi Terkini
Mengatasi Stres Kerja
Tim Promkes RSST - Stres kerja dapat memengaruhi kinerja, kesehatan, dan kehidupan pribadi seseorang. Stres atau tekanan tidak selamanya buruk. Stres dengan kadar ringan dapat membantu seseorang tetap fokus, energik, dan memberikan tantangan baru agar tidak gampang bosan. Sedikit stres juga dapat memberikan manfaat untuk membuat seseorang lebih waspada, sehingga bisa lebih cermat dan berhati-hati. Namun, terlalu banyak stres dapat membuat seseorang tidak berdaya sampai berada di situasi sulit.
Penyebab Stres kerja
Ada beberapa penyebab stres kerja yang umum memicu kegelisahan para pekerja, di antaranya :
- Takut dipecat atau di-PHK.
- Jam kerja yang terlalu panjang, terlalu banyak pekerjaan, atau jam kerja tidak jelas.
- Target untuk memenuhi ekspektasi pemberi upah meningkat, tanpa diimbangi kepuasan kerja.
- Iklim kerja penuh tekanan.
- Kerap berkejaran dengan tenggat yang mepet.
- Minimnya kendali atas suatu pekerjaan atau kesulitan mengerjakan suatu pekerjaan.
- Adaptasi pekerjaan baru.
- Pekerjaan membosankan
- Hubungan yang buruk dengan rekan kerja.
- Kelelahan
- Otot sering tegang
- Sakit kepala
- Jantung berdebar
- Susah tidur
- Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit
- Gatal atau kulit bermasalah
- Sering sakit
- Malas bekerja
- Kreativitas dan inisiatif berkurang
- Kinerja atau performa menurun
- Relasi dengan teman kerja buruk
- Suasana hati berubah dan mudah tersinggung
- Toleransi minim, gampang frustasi, dan tidak sabaran
- Kehilangan minat pada banyak hal
- Lebih suka menyendiri
- Diskusikan penyebab stres Anda bersama atasan untuk mendapatkan solusi terbaik.
- Mulai susun agenda atau daftar pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari, kerjakan mulai dari yang paling sulit di pagi hari saat pikiran masih segar.
- Jaga pola makan bergizi lengkap dan seimbang setiap hari.
- Sempatkan olahraga di sela-sela rutinitas.
- Luangkan waktu untuk relaksasi secara teratur setiap hari.
- Berikan waktu luang untuk rehat diri sendiri, paling tidak seminggu sekali.
- Hindari melampiaskan stres kerja kepada orang terdekat.
- Beri tahu orang terdekat jika Anda sedang memiliki masalah stres kerja, lalu minta saran dan dukungan dari mereka.
- Jangan melampiaskan stres kerja ke hal negatif seperti merokok atau minum minuman beralkohol.
- Mengembangkan kecerdasan emosional.
- Sadari saat diri merasa stres
- Jangan mengabaikan emosi
- Gunakan bahasa tubuh secara efektif
- Redakan stres dengan tertawa
- Selesaikan konflik secara positif
- Sandi E, dkk. 2013. Analisis Stres Kerja Pada Karyawan PT Perkebunan. Jurnal Bisnis dan Administrasi. Jurusan Administrasi dan Bisnis Politeknik LP3I Medan.
- Unika Prihatsanti, dkk. 2013. Menurunkan Stres Kerja Petugas Pemasyarakatan Melalui Tehnik COPE. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.
- Drigas, S. & Papoutsi, C. 2018. A New Layered Model on Emotional Intelligence. Behavioral Sciences, 8(45), pp. 45.
- Harvard Health Publishing Harvard Medical School. 2019. How to Handle Stress At Work.
- Lamothe, C. Healthline. 2019. How to Keep Work Stress from Taking Over Your Life.
- Higuera, V. Healthline. 2018. What You Need to Know About Emotional Intelligence. MedicineNet. Stress at Work.
- Clayton, R. Psychology Today. 2020. 3 Ways to Increase Your Emotional Intelligence.
- Cherry, K. Verywell Mind. 2020. Utilizing Emotional Intelligence in the Workplace.