← Kembali ke Informasi Terkini
GBS, Penyakit Langka yang Berbahaya
dr. Adika Mianoki, Sp.S - Apa Itu GBS? Guillain-Barré Syndrome (GBS) adalah kumpulan gejala yang terjadi karena proses peradangan akut poliradikuloneuropati yang mengakibatkan kelemahan dan penurunan refleks. Meskipun gambaran klinis GBS klasik merupakan neuropati demielinisasi dengan kelemahan yang sifatnya ascending (menjalar ke atas), namun banyak variasi klinis yang mungkin terjadi.
Tanda dan Gejala
Gejala khas GBS, di mana terjadi proses inflamasi akut poliradikuloneuropati yang terjadi dalam 2-4 minggu, ditandai dengan gejala gangguan pernapasan dan pencernaan disertai gangguan kelemahan otot teruatama otot anggota gerak bawah. Kelemahan otot akan memberat dalam beberapa jam sampai beberapa hari dan menjalar ke lengan, otot badan, persarafan wajah, serta otot-otot pernapasan.
Gejala umum yang terjadi pada persarafan wajah pada kasus GBS meliputi :
- Facial droop (may mimic Bell palsy) (kelumpuhan saraf wajah)
- Diplopias (pandangan dobel)
- Dysarthria (sulit bicara)
- Dysphagia (sulit menelan)
- Ophthalmoplegia (gangguan penglihatan)
- Pupillary disturbances (gangguan pupil)
- Tachycardia / Bradycardia (denyut janyung cepat atau lambat)
- Facial flushing
- Paroxysmal hypertension (tekanan darah tinggi)
- Orthostatic hypotension (tekanan darah rendah)
- Anhidrosis or diaphoresis (gangguan keringat)
- Urinary retention (tidak bisa kencing)
- Dyspnea on exertion (sesak napas)
- Shortness of breath (napas pendek)
- Difficulty swallowing (susah menelan)
- Slurred speech (kesulitan bicara / cedal)
- Pemeriksaan darah yang meliputi kadar elektrolit, fungsi hati, dan fungsi ginjal.
- Pemeriksaan ENMG (Electroneuromyelography : rekam otot dan saraf) : penurunan konduksi saraf, pemanjangan distal latensi, pemanjangan gelombang F.
- Pemeriksaan cairan LCS (Liquid cerebro spinal : cairan otak) : peningkataan kadar protein (>400 mg/dL).
- Plasmaparesis (cuci darah), dengan tujuan untuk menghilangkan zat anti perusak.
- IVIG (pemberian zat imonoglobulin secara intra vena), dengan tujuan memblok kerja zat anti agar tidak terjadi kerusakan saraf tepi lebih lanjut.
- Obat penghilang nyeri.
- Fisioterapi