← Kembali ke Informasi Terkini
Melayat Dengan Adaptasi Kebiasaan Baru
dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc - Sejak ditemukan pertama kali di Wuhan, China, penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 menyebar ke seluruh dunia dengan cepat hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakannya sebagai pandemi. Penyakit ini ditularkan melalui droplet dari satu individu ke individu lain sehingga penularannya dapat terjadi dimana saja. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan mengendalikan COVID-19 salah satunya dengan konsep adaptasi kebiasaan baru.
Adaptasi kebiasaan baru merupakan penyesuaian dalam aktivitas sehari-hari dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga masyarakat dapat tetap aman dan produktif selama pandemi COVID-19. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka adaptasi kebiasaan baru ini harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai sektor seperti ekonomi, sosial dan budaya.
Melayat dengan adaptasi kebiasaan baru
Melayat merupakan kegiatan tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia yang komunal. Namun dalam era pandemi seperti saat ini, kegiatan melayat di rumah duka atau pemakaman dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19 karena adanya aktivitas berkerumun. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya banyak klaster melayat / takziah seperti yang dinyatakan oleh Kementrian Kesehatan. Oleh sebab itu, penerapan adaptasi kebiasaan baru perlu dilakukan saat melayat agar mengurangi resiko masyarakat terpapar virus COVID-19. Berikut adalah adaptasi kebiasaan baru yang dapat diterapkan ketika melayat :
Persiapan di rumah
- Memastikan tubuh dalam kondisi sehat. Apabila merasa sakit atau memiliki gejala maka sebaiknya tetap berada di rumah dan jika gejala memberat periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
- Upayakan menggunakan pakaian berlengan panjang.
- Mempersiapkan keperluan pribadi seperti masker, hand sanitizer serta peralatan ibadah (jika diperlukan).
- Selalu menggunakan masker.
- Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer secara berkala.
- Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.
- Menghindari kontak fisik seperti tidak bersalaman atau berpelukan.
- Menghindari kerumunan. Jika rumah duka berada di ruang tertutup, usahakan untuk masuk secara bergantian dengan memperhatikan jumlah orang yang berada di dalam ruangan.
- Lekas membersihkan diri seperti mandi dan berganti pakaian.
- Mencuci pakaian dan masker dengan deterjen.
- Membuang masker sekali pakai. Masker yang akan dibuang, disobek dan disemprot cairan desinfektan terlebih dahulu agar tidak mencemari petugas pengelola sampah.
- Membersihkan barang bawaan menggunakan cairan desinfektan.
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat .
- Memastikan kebersihan rumah duka serta melakukan dekontaminasi ruangan setiap setelah digunakan.
- Menyediakan tempat cuci tangan yang disertai dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer di lokasi yang strategis.
- Menciptakan sirkulasi udara yang baik di dalam ruang duka serta mengoptimalkan ruang terbuka.
- Mengatur kapasitas maksimal ruang dengan memperhatikan pengaturan jarak tiap pelayat.
- Melakukan pemeriksaan suhu bagi pelayat. Apabila suhu tubuh pelayat > 37,5⁰C, maka tidak diperkenankan untuk memasuki rumah duka.
- Menyediakan media informasi larangan masuk bagi pelayat yang sedang sakit.
- Membuat media informasi terkait tatacara kebiasaan baru seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan.
- Jika memungkinkan, disediakan media untuk melakukan skrining self assessment COVID-19.
- Chaterine, R. N. 2021. Kemenkes Ingatkan Ada Indikasi Peningkatan Kasus, Kematian, dan Pasien Rawat Inap Akibat COVID-19. Kompas.com. 4 Mei. Jakarta. https://nasional.kompas.com/read/2021/05/04/07351441/kemenkes-ingatkan-ada-indikasi-peningkatan-kasus-kematian-dan-pasien-rawat?page=all.
- Cirrincione L., Plescia F., Ledda C., Rapisarda V., Martorana D., Moldovan R.E., Theodoridou K., Cannizzaro E. 2020. COVID-19 Pandemic : Prevention and Protection Measures to Be Adopted at the Workplace. Sustainability. 12(9):3603. https://doi.org/10.3390/su12093603.
- Desai, A. N. & Patel, P. 2020. Stopping the Spread of COVID-19. JAMA. 323(15):1516.
- Kementerian Kesehatan. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI. Juli. Jakarta.
- Kementerian Kesehatan. 2020. Panduan Kemitraan Dalam Pencegahan COVID-19 Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Jakarta.