← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Gangguan Penciuman Pada Pasien COVID-19

Dr. dr. Budi Santoso, M.Sc, Sp.THT-KL - Gangguan penciuman adalah salah satu gejala dari penderita COVID-19. Saat ada seseorang mengeluh tidak bisa membau, pengurangan daya penciuman, selalu mencium bau busuk saat terjadi pandemi, maka orang tersebut dicurigai sedang terpapar COVID-19 dan diperlukan test swab COVID-19 untuk membuktikannya, walaupun gangguan penciuman bisa juga diakibatkan penyakit selain COVID-19. Apakah penyakit selain COVID-19 yang bisa menyebabkan kelainan penciuman? Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kelainan penciuman seperti : infeksi rongga hidung, sumbatan rongga hidung, tumor rongga hidung, alergi kronis rongga hidung, trauma hidung, penyakit diabetes, dan lain-lain. Mengapa pasien COVID-19 bisa terjadi kelainan penciuman? Kelainan penciuman bisa terjadi karena adanya infeksi COVID-19 pada sel penyokong saraf penciuman (nervus olfactorius) yang terletak di atap rongga hidung. Ada berapa macam kelainan penciuman? Kelainan penciuman terdiri dari : Anosmia : tidak bisa merasakan bau sama sekali, Hiposmia : penurunan merasakan bau, Cacosmia : sensasi merasakan bau selalu busuk (seperti di kakus), Parosmia : bau yang dirasakan tidak sesuai bau benda, misal bunga baunya tidak wangi, dan lain-lain. Berapa persen pasien COVID-19 merasakan kelainan penciuman? Menurut penelitian ada sekitar 20 - 68 % pasien COVID-19 yang merasakan adanya kelainan penciuman. Apakah bisa sembuh / kembali normal? Karena yang mengalami kelainan pada pasien COVID-19 adalah sel penyokong saraf penciuman, maka penciuman bisa pulih kembali seiring penderita sembuh dari COVID-19. Bagaimana cara mengobatinya, agar penciuman kembali pulih? Obat standarnya adalah obat COVID-19, pastinya sesuai berat ringannya gejala dari Kemenkes, pencucian rongga hidung dengan larutan garam isotonik (0,9% seperti cairan infus) secara berkala, semprotan kortikosteroid di rongga hidung, dilatih merasakan bau-bauan alami seperti : kopi, teh, vanilla, bunga, cengkeh, bawang putih, minyak kayu putih, dan lain-lain. Berapa lama kelainan penciuman bisa sembuh / kembali normal? Menurut penelitian, kelainan penciuman ada yang sembuh dalam waktu 21 hari setelah menderita COVID-19 sampai sekitar setahun, hal ini pastinya tergantung kerusakan sel penyokong saraf penciuman dan waktu seseorang untuk memulihkan sel yang rusak tersebut.