← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Yuk Ketahui Manfaat Madu”

Klaten, Senin 4 Juli 2022 pukul 09.00, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro  (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Yuk Ketahui Manfaat Madu”. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu RSST. Madu adalah cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu (Apis sp.) dari sari bunga tanaman (Flora nectar). Secara umum madu berkhasiat untuk menghasilkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Disamping itu kandungan mineral Magnesium dalam madu sama dengan kandungan Magnesium yang ada dalam serum darah. Selain itu kandungan Fe dalam madu dapat meningkatkan jumlah Eritrosit dalam darah manusia dan dapat meningkatkan kadar Hemoglobin. Madu adalah cairan gula yang dihasilkan dari lebah yang berbentuk kental yang kaya nutrisi karena dikumpulkan lebah pekerja dari nektar bunga. Kandungan Nutrisi Madu Dibawah ini adalah beberapa kandungan nutrisi yang terdapat dalam madu :
  1. Energi
  2. Karbohidrat (gula dan serat pangan)
  3. Protein
  4. Air
  5. Riboflavin (Vitamin B2)
  6. Niasin (Vitamin B3)
  7. Asam Pantotenat (B5)
  8. Vitamin B6, Folat
  9. Vitamin C
  10. Kalsium
  11. Besi
  12. Magnesium
  13. Fosfor
  14. Kalium
  15. Natrium
  16. Zink
  17. Phenol
  18. Flavanoid
Manfaat Madu Berikut ini adalah manfaat madu untuk kesehatan :
  1. Kaya nutrisi
Madu merupakan pemanis yang kaya nutrisi karena berasal dari nektar bunga, madu mengandung kalori, glukosa, fruktosa dan sukrosa.
  1. Antioksidan
Senyawa fitonutrien dan vitamin pada madu sebagai antioksidan alami yang menangkal radikal bebas. Sehingga dapat mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh oleh aktivitas oksidasi.
  1. Menurunkan tekanan darah
Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek Koligemik yakni zat Asetil kolin. Asetil kolin berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu dalam madu memberikan efek antioksidan karena di dalamnya mengandung Phenol dan Flavonoid yang berfungsi sebagai pelindung terhadap masalah pembuluh kapiler dan Arterosklerosis
  1. Obat luka ringan
Madu mengandung senyawa antibakteri yaitu Nitrogen monoksida dan Hidrogen peroksida. Manfaat madu ini dapat mencegah risiko terjadinya infeksi pada luka.
  1. Meredakan batuk
Rasa manis pada madu memicu produksi air liur untuk melembabkan tenggorokan kering sehingga rasa gatal di tenggorokan dan ingin batuk akan menurun. Madu juga dapat meredakan peradangan yang memicu batuk.
  1. Sumber kalori
Kalori yang terdapat pada madu berasal dari gula. Kandungan gula pada madu yaitu glukosa dan fruktosa. Hal- hal yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi madu     Apabila akan mengonsumsi madu sebaiknya memperhatikan hal- hal berikut agar mengonsumsi madu tidak menimbulkan masalah kesehatan yaitu :
  1. Belum tentu baik untuk penderita Diabetes. Bagi penderita Diabetes tipe 2, mengonsumsi madu bisa saja meningkatkan kadar gula darah.
  2. Alergi Bee Pollen. Beberapa orang bisa merasa sensitif atau alergi terhadap Bee Pollen. Meski jarang terjadi , reaksinya bisa saja serius.
  3. Botulism. Anak yang berusia di bawah 12 bulan dilarang mengonsumsi madu, dalam jumlah sekecil apapun. Madu bisa menyebabkan Botulism akibat infeksi bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini akan tumbuh dan berkembang lebih banyak dalam usus bayi sehingga menjadi beracun.
  4. Menambah berat badan. Madu mengandung kalori dan gula cukup tinggi. Apabila mengonsumsi madu dalam jangka panjang, dan dalam jumlah berlebih bisa saja menyebabkan kenaikan berat badan.
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  1. Evahelda E, dkk. 2017. Sifat Fisik dan Kimia Madu dari Nektar Pohon Karet di Kabupaten Bangka Tengah Indonesia. Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung. Agritech Volume 37 Nomer 4.
  2. Jafar Nurhaedar,dkk. 2017. Khasiat Madu Menurunkan Tekanan Darah Dan Hematologi Parameter. Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Jurnal MKMI, Volume 13 Nomer 1.