← Kembali ke Informasi Terkini
“Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus”
Klaten, Kamis 7 Juli 2022 pukul 13.00, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus”, dengan narasumber Septian Gathot Nugroho, AMK. Acara diselenggarakan di radio sentral RSST.
Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang mempengaruhi ketidakstabilan kadar glukosa darah di dalam tubuh yang disebabkan oleh kerusakan pankreas serta karena pola hidup yang kurang tepat. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang membutuhkan perawatan yang jangka waktunya lama, karena itu perlu perhatian yang intens terhadap pengontrolan gula darah, sehingga perawatannya bukan saja terbatas di fasilitas kesehatan saja tetapi akan berkelanjutan di keluarga dan diperlukan sikap yang positif oleh penderita terhadap pengelolahan Diabetes Mellitus.
Gejala Diabetes Mellitus
- Sering merasa haus, hal tersebut terjadi sebagai pengaruh akibat penderita Diabetes Mellitus terlalu banyak kencing dan membutuhkan asupan cairan lebih banyak.
- Sering buang air kecil, bila pada kondisi normal orang dewasa buang air kecil sebanyak 4-7 kali perhari, pada penderita Diabetes Mellitus lebih dari jumlah tersebut dalam sehari
- Sering merasa lapar
- Turunnya berat badan, pada penderita Diabetes Mellitus berat badan seseorang bisa turun hal tersebut disebabkan karena gangguan insulin.
- Lemas
- Pandangan kabur
- Luka sulit sembuh
- Sering mengalami infeksi
- Faktor risiko yang tidak dapat diubah :
- Genetik, apabila kedua orangtua mengidap Diabetes Mellitus, kemungkinan anak akan terkena Diabetes Mellitus adalah 50 %, sudah ada secara genetik, ditambah dengan lingkungan akan memperbesar risiko anak mengidap Diabetes Mellitus.
- Umur, risiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Usia > 45 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan Diabetes Mellitus.
- Kehamilan Gestasional, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi > 4000 gram.
- Faktor risiko yang dapat diubah :
- Berat badan lebih (IMT > 23 kg/m²)
- Kurang melakukan aktifitas fisik
- Hipertensi (>140/90 mm/Hg)
- Diet tidak sehat yaitu diet dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko menderita prediabetes.
- Penyakit Jantung
- Stroke
- Gagal ginjal kronis
- Neuropati Diabetik
- Gangguan penglihatan
- Katarak
- Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
- Kerusakan kulit atau infeksi bakteri dan jamur
- Mengatur frekuensi dan menu makanan menjadi lebih sehat
- Menjaga berat badan ideal
- Rutin berolahraga, dilakukan 3-4 kali dalam seminggu selama kurang lebih 30menit.
- Rutin menjalani pengecekan gula darah, sebaiknya dilakukan dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan
- Dion Yohanes, dkk. 2021. Hubungan Sikap Dengan Pelaksanaan Lima Pilar Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Naioni - Kota Kupang – Nusa Tenggara Timur. Universitas Citra Bangsa Kupang. Jurnal Nursing Volume 12 Nomer 1.
- Website pusdatin.kemkes.go.id