← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Sendi Lutut Nyeri Kretek Kretek? Wah Baca Ini!

dr. Dadang Rona Sasetyo, Sp.OT & dr. Felix Giovanni Hartono - Apakah lutut Anda sering nyeri? Berbunyi ketika digerakan? Bisa jadi itu merupakan tanda-tanda Osteoarthritis! Apa itu? Mari kita bahas! Osteoarthritis atau biasa disebut dengan OA merupakan salah satu penyakit penuaan atau degenerative disease. Penyakit ini merupakan  penyakit sendi yang sangat sering terjadi, terutama pada individu usia tua. Pada penyakit ini, sendi pada tubuh mengalami pengikisan sehingga menimbulkan nyeri ketika digerakan. Sendi merupakan pertemuan antara 2 (dua) tulang yang menjadi penghubung sekaligus bantalan antar tulang tersebut. Meskipun osteoarthritis bisa terjadi pada semua sendi di tubuh kita, kejadian OA paling banyak terjadi pada sendi-sendi yang dijadikan tumpuan seperti pada lutut. Efek yang paling sering ditimbulkan oleh OA adalah rasa nyeri terutama pada sendi yang terdampak. Rasa nyeri ini bisa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Wajar bila dikatakan bahwa penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kerugian ekonomi bagi sebuah negara. Lalu apa saja sebenarnya tanda dan gejala dari osteoarthritis? Berikut tanda-tandanya. Tanda Gejala Osteoarthritis
  1. Nyeri pada sendi yang terdampak terutama ketika di gerakan.
  2. Kaku pada sendi yang terdampak yang paling sering dirasakan setelah lama tidak digerakan atau pada pagi hari.
  3. Nyeri tekan pada sendi yang terdampak ketika kita menekan sendi-sendi tersebut.
  4. Bengkak yang terjadi akibat peradangan pada sendi.
  5. Krepitasi atau suara krek ketika sendi digerakan.
Apabila Anda mengalami tanda dan gejala tersebut, segera periksakan ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang maksimal. Lalu apa saja penyebab dan faktor risiko dari terjadinya OA? Penyebab dari OA Osteoarthritis terjadi ketika sendi secara bertahap mengalami pengikisan. Sendi sebagai penghubung tulang memungkinkan tulang untuk bisa bergerak tanpa gesekan, namun pada sendi yang mengalami pengikisan, tulang akan bergesekan satu sama lain sehingga akan menimbulkan rasa nyeri dan kerusakan pada tulang. Pada dasarnya proses terkikisnya sendi sendiri merupakan proses yang panjang dan sangat berpengaruh dengan bagaimana seorang individu merawat kesehatan sendi lututnya. Sebagaimana engsel pintu yang semakin tua akan semakin berkarat Apabila tidak dirawat, sendi pun juga akan cepat mengalami pengikisan apabila diberi paparan stres yang berlebihan. Faktor Risiko
  1. Berat Badan Berlebih.
Kelebihan berat badan akan membuat beban pada sendi semakin berat, hal ini bisa mempercepat pengikisan pada sendi secara biomekanis.
  1. Inactive atau kurang olahraga, pada sebuah penelitian menyebutkan bahwa kekuatan otot berpengaruh besar terhadap munculnya OA. Seperti misalnya otot sekitar lutut yang kuat akan mengurangi angka kejadian OA di kemudian hari. Hal ini dikarenakan otot-otot yang kuat akan meningkatkan stabilitas sendi dan memperlambat pengikisan sendi akibat penuaan.
  2. Usia
Tidak bisa dipungkiri, usia merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya OA, namun bukan berarti usia yang muda akan terbebas dari OA.
  1. Riwayat Trauma
Sendi yang pernah mengalami cedera akan lebih berisiko untuk mengalami pengikisan atau OA pada kemudian hari.
  1. Jenis Kelamin
Wanita lebih berisiko mengalami OA di kemudian hari dibandingkan dengan pria, hal ini salah satunya disebabkan oleh perubahan hormon terutama pada saat wanita mengalami menopause.
  1. Adanya gangguan bentuk tulang.
Beberapa individu terlahir dengan bentuk tulang atau struktur tubuh yang kurang sempurna, sehingga hal ini menyebabkan lebih  tingginya risiko untuk terjadi OA. Lantas Bagaimana Cara Mengobati atau Mencegah OA? Salah satu tujuan terapi dari OA adalah agar individu yang mengalami OA bisa menjalankan aktivitasnya kembali sehingga bisa produktif baik dengan cara mengurangi nyeri yang ditimbulkan atau dengan memperbaiki sendi yang sudah mengalami OA. Pengobatan OA itu sendiri sangat bergantung dengan derajat keparahan, pilihan pengobatanya antara lain melalui :
  1. Terapi obat-obatan anti nyeri atau suplemen nutrisi.
  2. Alat bantu ortopedi untuk mengurangi beban dan mengurangi nyeri.
  3. Terapi fisik untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi.
  4. Operasi apabila kerusakan sendi akibat OA sudah tidak mampu teratasi. Hal ini tentu saja dengan pertimbangan dari dokter.
Namun lebih baik mencegah daripada mengobati. Agar tidak terjadi OA usahakan untuk mengurangi faktor risiko yang ada pada diri sendiri, misalnya dengan memperbanyak olahraga, mengurangi berat badan, menjaga asupan nutrisi atau juga menghindari aktivitas yang bisa menimbulkan trauma pada sendi-sendi. Semoga artikel ini dapat membantu, apabila ada yang ditanyakan jangan takut untuk menulis di kolom komentar ya…           Referensi               :
  1. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. https://www.niams.nih.gov/health-topics/osteoarthritis. Accessed March 7, 2021.
  2. Kellerman RD, et al. In : Conn's Current Therapy 2021. Elsevier; 2021. https://www.clinicalkey.com. Accessed March 2, 2021.
  3. American College of Rheumatology. https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Osteoarthritis. Accessed March 2, 2021.
  4. Kraus, V. B., & Vincent, T. L. 2020. 246 OSTEOARTHRITIS. In Goldman Cecil (26th ed.)