← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Manfaat Konsumsi Sayur dan Buah

Klaten, Selasa 16 Agustus 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Manfaat Konsumsi Sayur dan Buah”. Narasumber Dian Eka Sari, S.Gz. Acara diselenggarakan di radio sentral RSST. Sayur-sayuran  dan  buah-buahan  merupakan sumber serat pangan yang mudah ditemukan dalam  bahan  makanan. Kandungan zat gizi yang terdapat dalam sayur dan buah antara lain vitamin A, B, C, D, E dan asam folat. Sementara mineral yang terkandung berupa kalsium, potassium dan kalium. Sayur dan buah juga mengandung senyawa Bioaktif seperti antioksidan, Karoten dan Alicin dan sebagainya. Sedangkan komponen paling banyak adalah serat pangan. Sayuran  merupakan  menu yang hampir terdapat dalam hidangan sehari-hari baik  dalam  keadaan mentah/ lalapan  segar  atau  setelah  diolah  menjadi berbagai  macam  bentuk  masakan. Serat  pangan adalah bagian tanaman yang dapat dimakan akan tetapi tidak dapat dicerna oleh pencernaan manusia. Serat pangan hanya dapat dicerna atau diolah menjadi produk yang lebih sederhana oleh bakteri yang terdapat pada usus besar. Dalam Tumpeng Gizi Seimbang panduan konsumsi sayur adalah 3 – 4 porsi per hari sedangkan konsumsi buah 2-3 porsi per hari. Secara umum sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan. Manfaat konsumsi sayur dan buah Beberapa manfaat konsumsi sayur dan buah bagi kesehatan:
  1. Meningkatkan daya tahan tubuh
Buah dan sayur mengandung vitamin, kandungan serat dan mineral, dengan mengonsumsi sayur dan buah dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
  1. Mengontrol berat  badan atau kegemukan
Serat larut air (Soluble Fiber), seperti Pektin serta beberapa Hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan.  Sehingga makanan kaya akan serat, membutuhkan waktu cerna lebih lama dalam lambung kemudian serat akan menarik air dan memberi  rasa  kenyang  lebih  lama  sehingga mencegah  konsumsi makanan dalam jumlah banyak. Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar  gula  dan  lemak  rendah  yang  dapat membantu mengurangi terjadinya Obesitas.
  1. Mencegah Gangguan Pencernaan
Konsumsi  serat  pangan  yang  cukup  akan memberi bentuk, meningkatkan air dalam feses menghasilkan feces yang lembut dan tidak keras sehingga  hanya  dengan  kontraksi  otot  yang rendah  feces  dapat  dikeluarkan  dengan  lancar. Hal ini berdampak pada fungsi Gastrointestinal lebih baik dan sehat.
  1. Penanggulangan Penyakit  Diabetes
Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa sehingga  mengurangi  ketersediaan glukosa.  Diet  cukup  serat  juga  menyebabkan terjadinya  kompleks  karbohidrat  dan  serat, sehingga  daya  cerna  karbohidrat  berkurang. Keadaan  tersebut  mampu  meredam  kenaikan glukosa  darah  dan  menjadikannya  tetap terkontrol.
  1. Mengurangi Tingkat Kolesterol dan Penyakit Kardiovaskuler
Serat  larut  air  menjerat  lemak  di  dalam  usus halus,  dengan  begitu  serat  dapat  menurunkan tingkat kolesterol dalam darah sampai 5% atau bahkan lebih.  Dalam  saluran  pencernaan  serat  dapat mengikat  garam  empedu  (produk  akhir kolesterol)  kemudian  dikeluarkan  bersamaan dengan  feses.  Dengan  demikian  serat  pangan mampu  mengurangi  kadar  kolesterol  dalam plasma darah sehingga diduga akan mengurangi dan mencegah resiko penyakit kardiovaskuler.
  1. Mengurangi risiko Kanker Kolon (Usus Besar)
Penyebab  kanker  usus  besar  diduga  karena adanya  kontak  antara sel-sel  dalam  usus  besar dengan  senyawa  karsinogen  dalam  konsentrasi tinggi  serta  dalam  waktu  yang  lebih  lama. Beberapa  hipotesis  dikemukakan  mengenai mekanisme serat pangan dalam mencegah kanker usus besar yaitu konsumsi serat pangan tinggi maka  akan mengurangi  waktu transit  makanan dalam  usus  lebih  pendek,  serat  pangan mempengaruhi  mikroflora  usus  sehingga senyawa karsinogen tidak terbentuk, serat pangan bersifat  mengikat  air  sehingga  konsentrasi senyawa karsinogen menjadi lebih rendah. Kiat untuk makan buah dan sayur setiap hari Berikut ini adalah kiat yang dapat dilakukan yaitu
  • Sebaiknya menghidangkan sayur dan buah di meja makan mulai pagi hari
  • Simpan buah di tempat yang mudah terlihat
  • Variasikan jenis buah dan sayur yang dimakan
  • Perbanyak buah dan sayur dalam makanan sehari-hari
  • Sebaiknya dalam mengolah baik sayur maupun buah bervariasi
Anda disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah secara teratur dan beragam supaya bisa memperoleh takaran antioksidan yang mencukupi. Buah-buah yang kaya akan vitamin A, vitamin C, dan vitamin E sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan. Sebaiknya aturlah pola makan anda untuk memperoleh manfaat buah dan sayur secara maksimal. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.   Daftar Pustaka
  • Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dietisien Indonesia. 2019. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
  • Santoso, Agus. 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Tesis. Unwidha Klaten