← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Ketahui Gizi Pada Lansia

Klaten, Rabu 7 September 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Ketahui Gizi Pada Lansia”. Narasumber Ibu Eny Sudaryanti, A.Md.Gz. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Lansia adalah tahapan akhir dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan menurunnya  kemampuan kerja tubuh akibat perubahan fungsi organ-organ tubuh. Penggolongan lansia menurut Kemenkes RI dikelompokkan :
  1. Pra lansia ( 45 - 59 tahun )
  2. Lansia ( 60 – 69 tahun )
  3. Lansia resiko tinggi ( ≥ 70 tahun atau ≥ 60 tahun dengan masalah kesehatan
Perubahan biologis pada lanjut usia :
  • Perubahan massa otot
  • Gangguan indera perasa, penciuman, pendengaran,penglihatan dan perabaan menurun
  • Gigi geligi tanggal ( kesulitan mengunyah )
  • Cairan saluran cerna dan enzim pencernaan berkurang (penyerapan makanan menurun )
  • Penurunan mobilitas usus ( kembung, konstipasi )
  • Penurunan kemampuan motorik ( kesulitan makan)
  • Penurunan fungsi otak (dimensia )
Seiring berjalannya waktu, tubuh manusia mengalami perubahan sesuai dengan masanya. seperti telah berusia lanjut, tubuh mengalami perubahan sehingga mempengaruhi kebutuhan gizi lansia. Semakin terjaga kebutuhan nutrisi pada lansia, semakin sehat tubuhnya, bila gizi dan nutrisi tidak terpenuhi terlebih di usia lanjut, kelompok lansia akan semakin rentan terkena penyakit. Maka sangat penting untuk mengetahui nutrisi yang dibutuhkan dan untuk memenuhinya sebagai upaya menjaga kesehatan lansia. Masalah gizi pada lansia
  1. Gizi lebih menjadi pencetus berbagai penyakit seperti jantung, Diabetes Melitus dan Hipertensi
  2. Gizi kurang menyebabkan kerusakan sel, daya tahan tubuh menurun, mudah terkena infeksi
  3. Kekurangan vitamin menyebabkan penglihatan semakin menurun, kulit kering, lesu dan tidak bersemangat.
Prinsip gizi untuk lansia
  1. Seimbang sesuai dengan kebutuhan
  2. Memenuhi selera ( penyajian menarik, bervariasi, porsi kecil tapi sering )
  3. Menyenangkan saat makan ( makan bersama keluarga atau orang yang dikasihi )
Kebutuhan gizi lansia Kebutuhan gizi lansia berdasarkan pada :
  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Aktivitas fisik dan pekerjaan
  4. Postur tubuh
  5. Kondisi kesehatan
Kebutuhan gizi lansia Yaitu :
  • Energi
  • Protein 10 – 15 %
  • Lemak 20 – 25 %
  • Karbohidrat 60 – 65 %
  • Vitamin dan mineral sesuai angka kecukupan gizi
  • Serat : 25 – 30 gr / hari
  • Cairan 1.5 – 2 L / hari
  • Membatasi konsumsi garam, gula dan lemak
Perencanaan makan lansia
  1. Makanan harus mengandung zat gizi yang cukup dari makanan yang beranekaragam
  2. Porsi makan kecil dan sering
  3. Modifikasi bentuk dan tekstur makanan
  4. Banyak minum 6 – 8 gelas / hari (kecuali apabila mempunyaki riwayat penyakit tertentu seperti penyakit gagal ginjal kronis dan penyakit jantung)
  5. Membatasi makanan yang manis , asin dan berlemak tinggi
  6. Membatasi minuman kopi atau teh
  7. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi
  8. Lebih dianjurkan mengolah makanan dengan cara kukus, rebus atau panggang
  9. Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.
Pemenuhan kebutuhan gizi yang baik akan membantu proses adaptasi dengan perubahan- perubahan yang dialami dan menjaga kelangsungan pergantian sel sel tubuh menjadi lansia sehat menjadikan lansia happy juga melakukan aktivitas fisik dan olah raga secara teratur. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Melianti Puput. 2015. Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Kelurahan Lorok Pakjo Wilayah Kerja Puskesmas Kampus Palembang. Skripsi Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang.
  • Nurhidayati Istianna, dkk. 2021. Status Gizi Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Puskesmas Jogonalan I. Status Gizi Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Puskesmas Jogonalan I. Jurnal Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Klaten Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Volume 10 Nomer 2 Juli.