← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Ketahui Yuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Dalam Rumah Tangga

Klaten, Selasa 13 September 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Ketahui Yuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Di Dalam Rumah Tangga”. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS ) adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam menciptakan suatu kondisi bagi kesehatan perorangan,keluarga, kelompok dan masyarakat secara berkesinambungan. PHBS di dalam rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakkan kesehatan di masyarakat. Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat agar hidup sehat serta meningkatkan peran aktif masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tertuang dalam PERMENKES RI Nomor 2269/MENKES/ PER/XI/2011. Manfaat melakukan PHBS dalam rumah tangga
  • Meningkatkan taraf kesehatan di dalam rumah tangga .
  • Rumah tangga sehat dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga
  • Dapat memperbaiki ekonomi rumah tangga karena berkurangnya pembiayaan untuk pengobatan
  • Salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota dibidang kesehatan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat / PHBS dalam rumah tangga PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mencapai rumah tangga yang sehat. Rumah tangga sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu :
  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yaitu dokter dan bidan. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa masyarakat yang masih dengan tenaga non medis untuk membantu persalinan. Selain tidak aman dan penanganannya kurang steril
  2. Memberi bayi ASI Eksklusif, seorang ibu dapat memberikan anaknya ASI Eksklusif yakni pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan Iain pada bayi mulai usia nol hingga enam bulan
  3. Menimbang balita setiap bulan, penimbangan bayi dan balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan balita setiap bulan . Penimbangan dilaksanakan di Posyandu mulai usia 1 bulan hingga 5 tahun . Setelah dilakukan penimbangan catat hasil di buku KMS (Kartu Menuju Sehat).
  4. Menggunakan air bersih : sebaiknya menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari, air yang tidak bersih mengandung kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit .
  5. Mencuci tangan pakai sabun sebaiknya mencuci tangan pada air mengalir dan sabun dapat menghilangkan kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga tangan bersih dan bebas kuman . Cucilah tangan setiap kali sebelum makan dan melakukan aktifitas.
  6. Menggunakan jamban sehat, jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung ) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.
  7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu, sebaiknya melakukan pemeriksaan jentik berkala di lingkungan rumah tangga. Pemeriksaan jentik berkala adalah pemeriksaan tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di dalam rumah seperti bak mandi, vas bunga, tatakan kulkas dan di luar rumah seperti talang air yang dilakukan secara teratur setiap minggu .
  8. Makan buah dan sayur setiap hari, mengonsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan karena banyak mengandung vitamin , serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
  9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari yaitu aktifitas fisik, baik berupa olahraga maupun kegiatan lain yang mengeluarkan tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar.
  10. Tidak merokok di dalam rumah, di dalam satu puntung rokok yang diisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya. Jika ada anggota keluarga yang merokok (perokok aktif), terlebih di dalam rumah maka asap yang dihasilkan dari rokok tersebut tidak hanya berbahaya bagi perokok itu sendiri melainkan orang disekitanya (perokok pasif) yang berefek buruk bagi kesehatan.
Dengan menerapkan PHBS di rumah tangga akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisir masalah kesehatan serta anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh dengan sehat. Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber. Daftar Pustaka
  • Nurbaya Siti. 2014. Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) di dusun 2 desa gajah mati Kec . Babat supat Kab. Muba. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
  • Pratiwi Eka Prita. 2015. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Tatanan Rumah Tangga Masyarakat Using. Skripsi Bagian Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.