← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Mengenal Penyakit Limfoma

Klaten, Jumat, 12 September 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Penyakit Limfoma”. Narasumber Bapak Jaka Padmana, S.Kep.Ns. Acara diselenggarakan di radio sentral RSST. Kanker kelenjar getah bening atau Limfoma adalah kanker darah yang dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening (Limfadenopati). Limfoma berawal ketika sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (Limfosit) yang berfungsi melawan infeksi. Limfoma berbeda dari Leukemia meskipun kedua kondisi tersebut sama-sama menyerang sel darah putih. Leukemia bermula di sumsum tulang, sedangkan Limfoma seringkali bermula di sel darah putih di kelenjar getah bening. Penyebab Penyakit Limfoma Penyebab pasti Lymphoma (Limfoma) belum diketahui secara pasti. Namun, ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Limfoma, yaitu:
  • Berusia 60 tahun ke atas, yang lebih berisiko terkena limfoma non-Hodgkin
  • Berusia antara 15–40 tahun atau lebih dari 55 tahun, yang lebih berisiko terkena limfoma Hodgkin
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/ AIDS atau mengonsumsi obat imunosupresan untuk jangka panjang
  • Menderita penyakit autoimun
  • Terpapar Benzeneatau pestisida
  • Pernah menjalani radioterapi
Jenis- Jenis Limfoma Limfoma dibagi menjadi dua tipe yaitu
  1. Limfoma Hodgkin (LH)
Limfoma Hodgkin (LH) terjadi karena mutasi sel B pada sistem Limfatik, dengan hasil deteksi yaitu adanya sel abnormal Reed-Stenberg dalam sel kanker Limfoma Hodgkin diketahui memiliki 5 jenis subtipe. Limfoma Hodgkin sendiri merupakan jenis yang paling bisa disembuhkan dan biasanya menyerang kelenjar getah beningyang terletak di leher dan kepala.
  1. Limfoma Non-Hodgkin (LNH)
Limfoma Non-Hodgkin (LNH) terjadi karena adanya mutasi DNA pada sel B dan sel T pada sistem Limfatik, merupakan tumor ganas yang berbentuk padat dan berasal dari jaringan Limforetikuler Perifer. Limfoma Non-Hodgkin (LNH) yang pertumbuhannya lambat disebut Indolent/ Low Grade dan untuk yang pertumbuhannya cepat disebut Aggressive/ High-Grade. Limfoma Non-Hodgkin (LNH) lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Perbedaan Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin yaitu
  1. Faktor usia
Limfoma Hodgkin biasanya dialami oleh kelompok usia 20-30 tahun dan kelompok usia di atas 55 tahun sedangkan Limfoma Non-Hodgkin biasanya dialami oleh lansia yang telah berusia di atas 60 tahun.
  1. Angka Kejadian
Angka kejadian Limfoma Hodgkin jauh lebih rendah dibandingkan dengan Limfoma Non-Hodgkin
  1. Hasil pemeriksaan biopsi
Dalam pemeriksaan sampel jaringan kelenjar getah bening atau biopsi, Limfoma Hodgkin ditandai dengan adanya sel Reed Sternberg. Namun keberadaan sel ini tidak akan ditemukan pada Limfoma Non-Hodgkin. Jenis Limfoma Non-Hodgkin biasanya disebabkan oleh pertumbuhan abnormal sel B atau sel T.
  1. Metode penanganan
Limfoma Non-Hodgkin memiliki lebih banyak subtipe dibandingkan Limfoma Hodgkin, sehingga jenis pengobatannya lebih bervariasi tergantung subtipe limfoma yang dialami penderita. Metode pengobatan yang umum dilakukan untuk Limfoma Hodgkin adalah kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Sedangkan Limfoma Non-Hodgkin bisa juga ditangani dengan radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target, plasmeferesis, antibiotik,
  1. Angka harapan hidup
Limfoma Hodgkin merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang cukup tinggi sedangkan Limfoma Non-Hodgkin memiliki angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan Limfoma Hodgkin. Gejala Limfoma Gejala utama Limfoma adalah benjolan yang timbul di beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan. Benjolan tersebut muncul akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Selain pembengkakan kelenjar getah bening, Limfoma dapat menimbulkan gejala berupa:
  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Cepat lelah
  • Batuk
  • Berkeringat pada malam hari
  • Berat badan turun secara drastis
  • Sesak napas
Pencegahan risiko terjadinya Limfoma Adapun pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya Limfoma adalah -Menghindari paparan bahan kimia -Menghindari perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi -Menjaga berat badan dengan rutin olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang -Berhenti merokok Daftar Pustaka
  • Chandraningsih Dian. 2020. Studi Kasus Gambaran Stres dan Mekanisme Koping pada Pasien Limfoma Non Hodgkin (LNH) yang Menjalani Kemoterapi Di Ruang Kemuning RSUD dr. Soetomo Surabaya. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  • Asmara Yasa I Gede. Penanda Biologis Limfoma Maligna. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Jurnal Kedokteran Unram Volume 7 Nomer 4.