← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Pembinaan Puskesmas dan Temu PPK I, II, dan Rumah Sakit Sekitar Jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2022

Jumlah angka kematian ibu di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi dari negara-negara ASEAN dengan angka 305 per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS, 2015). Demikian pula jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Pasifik yang mencapai angka 73 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan 13 per 100.000 kelahiran hidup di negara-negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) (WHO, Global Health Observatory). Target yang ditetapkan dalam RPJMN pada 2024 adalah 183 per 100.000 kelahiran hidup. Namun target tersebut tetap merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara-negara berpenghasilan menengah - bawah, dan sulit mencapai SDGs pada tahun 2030 tanpa inovasi ataupun strategi percepatan.

Dari data yang ada penyebab kematian ibu adalah akibat gangguan hipertensi sebanyak 33.07%, perdarahan obstetrik 27.03%, komplikasi non-obstetrik 15.7%, komplikasi obstetrik lainnya 12.04%, infeksi pada kehamilan 6.06%, dan penyebab lainnya 4.81%. Sementara penyebab kematian neonatal tertinggi disebabkan oleh komplikasi kejadian intraparum tercatat 283%, akibat gangguan respiratori dan kardiovaskular 21.3%, BBLR, dan prematur 19%, kelahiran kongenital 14.8%, akibat tetanus neonatorum 1.2%, infeksi 7.3% dan akibat lainnya 8.2% (Rakernas, 2019).

Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, WHO mencanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai slogan Making Pregnancy Safer (MPS), di dalamnya terdapat 4 (empat) pilar penting salah satunya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial / Emergensi yang bertujuan untuk menjamin tersedianya pelayanan esensial pada kehamilan risiko tinggi dengan gawat-obstetrik, pelayanan emergensi untuk gawat darurat obstetrik dan komplikasi persalinan pada setiap ibu yang membutuhkannya. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan kemudian mengembangkan program tersebut dengan rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yaitu PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang bertujuan meningkatkan para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu / bayi dan sebagai upaya untuk membina hubungan baik dengan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) I, II, dan rumah sakit sekitar jejaring PONEK di Wilayah Klaten, melalui Tim PONEK dan Tim Promosi Kesehatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Puskesmas dan Temu PPK I, II, dan Rumah Sakit Sekitar Jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro pada Kamis, 13 Oktober 2022 pukul 08.30 - 13.00 WIB di Gedung Pertemuan Lantai 2 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

Kegiatan Pembinaan Puskesmas dan Temu PPK I, II, dan Rumah Sakit Sekitar Jejaring PONEK RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai instansi pelayanan kesehatan jejaring PONEK di Wilayah Klaten.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Safety Induction, serta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Sambutan dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro disampaikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Umum, dr. Obrin Parulian, M.Kes yang dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama sekilas resusitasi dan stabilisasi neonatus oleh dr. Samad, M.Sc, Sp.A (K), dan sebagai moderator yaitu dr. Arga Ilyasa, Sp.An. Selanjutnya adalah pemaparan materi edukasi kedua mengenai Hipertensi dalam Kehamilan Update oleh dr. Roy Jansen Sinaga, Sp.OG dengan moderator dr. Yuli Artanti Patmawuri.

Seluruh peserta kegiatan sangat antusias dari awal sampai di akhir kegiatan dan aktif dalam sesi diskusi tanya jawab, sharing berbagi pengalaman dalam pelayanan ibu dan anak, serta berkenan dalam mengikuti kegiatan pretest dan post-test yang diselenggarakan oleh panitia.

Di akhir kegiatan dilaksanakan hospital tour ke Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten yang dipandu oleh Ibu Dewi Wirawati, S.SiT dan Ibu Supri Lestari, SST.

Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan rundown yang telah disusun oleh panitia kegiatan. Setiap peserta juga diminta mengisi lembar kritik saran sebagai upaya monitoring dan evaluasi mutu pelayanan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

Kami berharap dengan adanya kegiatan ini akan terjalin hubungan yang lebih solid antar seluruh jejaring PONEK, khususnya di Wilayah Klaten dan meningkatnya skill para profesional di bidang pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan tinggi kepada ibu, bayi baru lahir, dan anak.