← Kembali ke Informasi Terkini
Terapi Pengobatan TB

Klaten, Rabu 12 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Terapi Pengobatan TB”. Narasumber Nina Rahmawati, S.Farm, Apt. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.
Penyakit Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycrobacterium Tuberculosis bakteri ini pada umumnya menyerang organ paru-paru tetapi tidak jarang menyerang organ lainnya. Sumber penularan yaitu pasien Tuberkulosis BTA (Bakteri Tahan Asam) positif melalui percikan dahak saat batuk.
Tanda dan gejala
Tanda dan gejala, yaitu :
- Batuk berdahak
- Sesak nafas dan nyeri dada
- Badan lemas dan nafsu makan menurun drastis
- Demam berkepanjangan
- Berat badan menurun
- Riwayat kontak dengan pasien TB
Pengobatan Pasien Tuberculosis
- Pengobatan TB diberikan setelah tegak diagnosa dan klasifikasi kasus pasien TB (Sensitif Obat) dan pasien TB RO (Resisten obat).
- Pengobatan dimulai dengan fase intensif kemudian dilanjutkan dengan fase lanjutan
TB Sensitif Obat
- Pengobatan TB dewasa
- Memakai obat anti TB Kategori 1
Diberikan pada pasien :
- TB paru baru terkonfirmasi secara bakteriologis
- TB paru baru terdiagnosa secara klinis
TB extra paru (TB yang menyerang selain organ paru)
Regimen Pengobatan TB
- Obat Anti Tuberculosis Fixed Dose Combination
- Fase Intensif
- Fase Lanjutan
- Dosis Sesuai Berat Badan Pasien
Dosis Panduan obat anti TB Kategori 1
| Berat Badan(Kg) | Fase Intensif |
| 30-37 | 2 tablet |
| 38-54 | 3 tablet |
| 55-70 | 4 tablet |
| >70 | 5 tablet |
Regimen Pengobatan TB
Rifampisin
-Obat Anti Tuberculosis
-Sediaan tablet : 450 mg dan 600 mg
-Aturan minum : diminum pada saat perut kosong (sebelum makan atau 2 jam sesudah makan)
-Efek samping obat : urin berwarna merah
Isoniasid
-Obat Anti Tuberculosis
-Sediaan : 100 mg dan 300 mg
-Aturan minum : diminum pada saat perut kosong (sebelum makan atau 2 jam sesudah makan)
-Efek samping obat : kesemutan dan pegal-pegal
Pyrazinamide
-Obat Anti Tuberculosis
-Sediaan : tablet 500 mg
-Aturan minum : diminum pada saat perut kosong (sebelum makan atau 2 jam sesudah makan)
-Efek samping obat : asam urat dan gangguan hati (Hepatotoksik)
Ethambutol
-Obat Anti Tuberculosis
-Sediaan tablet 500 mg dan 400 mg
-Aturan minum : diminum pada saat perut kosong (sebelum makan atau 2 jam sesudah makan)
-Efek samping obat : gangguan penglihatan
Streptomycin injeksi
-Obat anti Tuberculosis (indikasi khusus apabila pasien intoleransi dengan Rifampisin atau INH)
-Injeksi 1 gram
-Disuntikkan bersamaan dengan obat TB yang diminum secara per oral
-Efek samping obat : gangguan pendengaran dan nyeri area penyuntikan
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam pengobatan TB
- Kepatuhan minum obat pasien (pasien didampingi oleh PMO/ Pengawas Menelan Obat)
- Durasi minum obat pasien (setiap 24 jam) diminum pada saat perut kosong
- Apabila pasien tidak patuh dalam pengobatan akan menyebabkan resistensi obat
- Pasien TB resistensi obat jumlah obat lebih banyak dan jangka waktu pengobatan lebih lama serta efek samping obat yang lebih banyak
Hasil pengobatan pasien TB
| Hasil Pengobatan | Definisi |
| Sembuh | Pasien TB paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif dan pada salah satu pemeriksaan sebelumnya |
| Pengobatan lengkap | Pasien TB yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana pada salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan hasilnya negatif namun tanpa ada bukti hasil pemeriksan bakteriologis pada akhir pengobatan |
| Gagal | Pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif pada bulan kelima atau lebih selama masa pengobatan;atau kapan saja dalam masa pengobatan diperoleh hasil laboratorium yang menunjukkan adanya resistensi |
| Meninggal | Pasien TB yang meninggal oleh sebab apapun sebelum memulai atau sedang dalam pengobatan. |
| Loss To Follow Up (Putus Berobat) | Pasien TB yang tidak memulai pengobatannya atau yang pengobatannya terputus terus-menerus selama 2 bulan atau lebih |
| Tidak dievaluasi | Pasien TB yang tidak diketahui hasil akhir pengobatannya |
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.
Daftar Pustaka
- Dewi Sandra Mitha Pira. 2011. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penderita TB Paru Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Di Puskesmas Lidah Kulon Surabaya. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya.
- Lizahra Izzati. 2019. Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan. Skripsi Program Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

