← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Ketahui Yuk Apa Itu Radang Tenggorokan?

Klaten, Senin 17 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Ketahui Yuk Apa Itu Radang Tenggorokan?”. Narasumber Dr.dr. Budi Santoso, Sp.THT-KL, M.Sc. Acara diselenggarakan di radio sentral RSST.

Radang tenggorokan/ Faringitis  adalah peradangan pada mukosa / selaput tenggorokan ditandai dengan tenggorokan nyeri, gatal dan sakit saat menelan. Biasanya radang tenggorokan merupakan tanda pertama seseorang sedang terkena infeksi tenggorokan baik karena virus atau bakteri. Radang tenggorokan dapat dialami oleh siapa saja mulai dari anak- anak, dewasa hingga usia lanjut.

Penyebab

Radang tenggorokan/ Faringitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi jamur, alergi, bahan iritan, dll.

Gejala

Faringitis biasanya baru menimbulkan gejala sekitar 2 - 5 hari setelah penderita terkena infeksi. Beberapa gejala yang bisa timbul pada penderita Faringitis antara lain:

a) Nyeri atau sakit tenggorokan

b) Gatal di tenggorokan

c) Batuk

d) Sulit menelan

e) Suara parau

f) Demam

g) Sakit kepala

h) Pegal linu

i) Mual muntah

j) Pembengkakan kelenjar di leher

k) Pembengkakan tonsil / amandel

Penularan

Virus dan bakteri penyebab Faringitis sangat mudah menyebar lewat udara, misalnya lewat percikan air liur dari batuk penderita atau yang menempel pada lingkungan kemudian terhirup.

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Faringitis antara lain:

a) Sering terpapar asap rokok atau polusi

b) Memiliki riwayat alergi, seperti alergi dingin, alergi debu, atau bulu binatang

c) Memiliki riwayat Sinusitis

d) Sering berada di ruangan yang kering, seperti kamar ber – AC

e) Memiliki riwayat kontak dengan penderita faringitis, misalnya tinggal bersama penderita radang tenggorokan atau bekerja di rumah sakit

f) Memiliki daya tahan tubuh lemah

g) Menderita GERD (Gastroesofageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung

h) Sering melakukan aktivitas yang menyebabkan ketegangan pada otot tenggorokan, misalnya karena bicara atau berteriak terlalu keras

Komplikasi Faringitis

Faringitis umumnya tidak menimbulkan komplikasi. Namun bila kondisi ini terus

dibiarkan tanpa penanganan, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan sejumlah

komplikasi, seperti:

a) Infeksi telinga

b) Peradangan pada sinus (Sinusitis)

c) Demam Reumatik / radang sendi

d) Penumpukan nanah (Abses) pada tenggorokan

e) Glomerulonephritis / radang ginjal

Penanganan Faringitis

Pengobatan Faringitis bertujuan untuk meredakan keluhan dan gejala, mengatasi infeksi penyebab Faringitis dan mencegah terjadinya komplikasi.

1. Penanganan mandiri

Langkah penanganan mandiri yang bisa dilakukan untuk mengatasi Faringitis adalah:

a) Beristirahat yang cukup hingga kondisi terasa lebih baik

b) Tidak terlalu banyak bicara, terutama bila suara sedang serak

c) Minum air putih dalam jumlah yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi

d) Menggunakan pelembab udara (Humidifier) jika udara dalam ruangan terasa kering

e) Mengonsumsi makanan yang nyaman di tenggorokan, seperti sup kaldu hangat

f)  Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan

g) Menghindari paparan asap rokok dan polusi

2. Pengobatan dokter rawat jalan:

Meski Faringitis umumnya adalah kondisi yang tidak berbahaya dan dapat sembuh dalam beberapa hari, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul. Periksakan diri anda ke dokter jika mengalami gejala Faringitis yang telah disebutkan di atas terutama bila tidak membaik dalam 7 hari atau disertai dengan gejala sulit menelan, sulit bernapas, ruam di kulit, hingga sulit membuka mulut. Orang yang memiliki riwayat Sinusitis, alergi atau penyakit asam lambung, lebih berisiko mengalami Faringitis. Oleh karena itu bila anda menderita salah satu dari penyakit tersebut, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi kesehatan anda dan mencegah Faringitis. Bila penanganan Faringitis secara mandiri tidak membuat kondisi membaik dalam jangka waktu maksimal 7 hari, penderita perlu memeriksakan diri ke dokter.

Perawatan di rumah sakit

Pemberian cairan infus juga bisa menjadi pilihan penanganan Faringitis bila pasien sangat sulit menelan sehingga berpotensi kekurangan nutrisi. Pemberian obat lewat selang infus juga lebih efektif bagi penderita yang kesulitan menelan obat.

Daftar Pustaka

  • Christy Cessy. 2019. Survey Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Faringitis Di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Tahun 2017. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
  • Liana Sidharti, dkk. 2015. Kesesuaian Peresepan Penyakit Faringitis Akut terhadap Standar Pengobatandi Puskesmas Rawat Inap Simpur Bandar Lampung Tahun2013. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. J Agromed Unila Volume 2 Nomor 3.