← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

Kebutuhan Nutrisi Pada Penyakit Jantung Koroner

Klaten, Selasa 18 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Kebutuhan Nutrisi Pada Penyakit Jantung Koroner”. Narasumber Ibu Ririn Yulianti, S.SiT, M.Si. Acara diselenggarakan di radio sentral RSST.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) biasa disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Artery Disease), dimana terjadi penyempitan pada arteri koroner karena proses aterosklorosis. Proses ini tejadi karena penumpukan lemak pada dinding arteri koroner dengan jangka waktu yang lama. Menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2001 Penyakit Jantung Koroner (PJK) mencapai angka 36,9% dari 60% sebagai penyakit mematikan dunia, Indonesia saat inipun baru menghadapi masalah penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler. Penyakit Jantung Koroner (PJK) biasanya ditandai dengan perubahan kadar profil lipid didalam darah yang tidak normal gangguan ini berupa peningkatan kadar kolesterol total atau hiperkolesterolemia, meningkatnya kadar LDL (Low Density Lipoprotein) ataupun trigliserida didalam darah dan menurunnya kadar HDL(Higt Density Lipoprotein). Salah satu faktor utama dalam mencegah penyakit jantung adalah dengan memperhatikan pola makan yang sehat.

Faktor risiko  penyakit jantung koroner

1.Faktor-faktor yang tidak dapat dapat diubah

1) Usia

Hubungan umur dan kadar kolesterol yaitu kadar kolesterol total akan meningkat dengan bertambahnya umur.

2) Jenis Kelamin

laki-laki mempunyai risiko mengalami penyakit jantung koroner 2-3x lebih besar daripada perempuan.

3) Keturunan / genetika

Hipertensi dan hiperkolesterolemi dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Pada masyarakat kadang ada kejadian ,Sebagian kecil orang dengan makanan sehari-harinya tinggi lemak jenuh dan kolesterol ,ternyata kadar kolesterol darahnya rendah, sedangkan kebalikannya ada orang yang tidak dapat menurunkan kadar kolesterol darahnya dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol. Sebagian besar dapat mengatur kadar kolesterol darahnya dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol. Jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit jantung koroner pada usia yang relatif muda, dibawah 50 tahun, faktor ini lebih banyak disebabkan kesamaan gaya hidup.

2. Faktor-faktor yang dapat diubah

1) Hipertensi

2) Hiperkolesterolmia

3) Merokok

4) Obesitas

5) Kurang Olah raga

6) Diabetes Melitus

7) Stres

Asupan zat gizi seseorang yang mengandung tinggi karbohidrat di dalam tubuh dapat meningkatkan kadar gula darah didalam tubuh, hal ini yang dapat menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit Diabetes Melitus yang salah satu faktor pemicu seseorang terserang penyakit jantung. Asupan lemak yang terlalu tinggi juga berdampak buruk bagi kesehatan. Lemak yang dikonsumsi biasanya tinggi kolesterol dan Trigliserida. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Sedangkan sel darah merah dibutuhkan oleh jaringan tubuh manusia untuk membawa oksigen agar kinerja jantung dapat berfungsi secara maksimal. Serat makanan (Dietary fiber) merupakan komponen dari jaringan tanaman yang tahan terhadap proses hidrolisis oleh enzim dalam lambung dan usus kecil. Serat akhir-akhir ini banyak mendapat perhatian karena peranannya dalam mencegah berbagai penyakit. Serat akan mengikat lemak yang berlebihan dalam saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama tinja.

Kecukupan konsumsi serat untuk penderita penyakit jantung koroner

Buah dan sayur untuk pasien penyakit jantung koroner digolongkan sebagai bahan makanan utama sumber zat gizi bagi kehidupan manusia. Buah dan sayur adalah sumber berbagai jenis vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh manusia untuk dapat hidup dan sehat. Buah dan sayur juga kaya akan serat yang sangat penting untuk kesehatan saluran pencernaan juga sebagai sumber senyawa Fitokimia, seperti Sterol, Flavonoid, dan antioksidan yang sangat penting untuk peningkatan daya tahan tubuh terhadap berbagai macam penyakit. Fitokimia dan antioksidan dalam sayur dan buah berperan melindungi organ dan jaringan tubuh, seperti pembuluh darah, dari perusakan oksidatif oleh radikal bebas. Tujuan diet penyakitjantung koroner adalah

1.Mempertahankan dan menurunkan berat badan bila terlalu gemuk 

2.Membantu menurunkan kadar lipid darah

3.Membatasi konsumsi makanan yang berlemak

4.Membatasi konsumsi garam

5.Membatasi konsumsi buah dan sayur yang mengandung gas, mengonsumsi makanan yang mudah dicerna

6.Kebutuhan energi, protein dan lemak tercukupi

Bagi penderita penyakit jantung koroner sangat disarankan untuk menghindari makanan berlemak, santan, dan gorengan karena mengandung minyak dikarenakan makanan tersebut akan meningkatkan kolesterol di dalam tubuh. Akibatnya dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.

Daftar Pustaka

  • Manurung Meilinda. 2021. Hubungan Pola Makan Yang Buruk Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner. Skripsi Prodi Sarjana Terapan Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
  • Nordin Mohd Binti Awadah Nur. 2019. Prevalensi Status Gizi Dalam Penyakit Jantungkoronerpada Pasien Usia Bawah 40 Tahun Di Pusat Jantung Terpadu RumahSakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar.