← Kembali ke Informasi Terkini
Intervensi Fisioterapi Pada Anak Dengan Keterlambatan Tumbuh Kembang

Klaten, Senin 24 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Intervensi Fisioterapi Pada Anak Dengan Keterlambatan Tumbuh Kembang”. Narasumber Tika Listiyanti A.Md.FT. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rehabilitasi Medik (IRJT) RSST.
Penting bagi orangtua untuk memahami setiap tahapan tumbuh kembang anak agar dapat mengetahui kapan orangtua harus waspada terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jml sel dan jaringan interseluler, bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Keterlambatan proses tumbuh kembang (Development Delay) adalah ketinggalan secara signifikan pada fisik, kemampuan kognitif, perilaku, emosi, atau perkembangan sosial seorang anak bila dibandingkan anak normal seusianya. Seorang anak development delay akan tertunda dalam mencapai satu atau lebih perkembangan kemampuannya. Tumbuh kembang dikatakan terlambat jika seseorang anak tidak mencapai tahap pertumbuhan dan perkembangan yang diharapkan sesuai umur yang semestinya.
Faktor Development Delay
1.Faktor Internal
- Faktor genetik
Faktor genetik dapat disebabkan kelainan kromosom seperti syndrome down, hypotiroid dan juga karena keterlambatan perkembangan.
- Kondisi anak
Kondisi anak yang mengalami kecacatan fisik seperti kebutaan dan metabolisme yang kurang baik akan berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan motorik anak.
2.Faktor Eksternal
- Masa prenatal (sebelum lahir)
Riwayat prenatal misalnya kondisi gizi dan lingkungan yang tidak baik pada saat ibu mengandung akan mempengaruhi perkembangan anak.
- Masa natal (kelahiran)
Riwayat kelahiran misalnya pada anak yang riwayat kelahirannya prematur maka akan memiliki potensi perkembangan motorik yang lebih lambat daripada anak yang lahir normal.
- Masa post natal (setelah lahir)
Pada masa post natal akan ditemukan kelainan perilaku yang dipengaruhi oleh gizi, psikologis, pola asuh kedua orang tua dan kurangnya stimulasi yang diberikan orang tua pada anak yang akan mempengaruhi perkembangan motorik anak.
Perkembangan motorik kasar sesuai kelompok umur
| Usia (bulan) | Perkembangan motorik kasar |
| 0-3 | Mengangkat kepala setinggi 450 dan dada ditumpu lengan pada waktu tengkurap dan dapat menggerakkan kepala dari kiri atau kanan ke tengah. |
| 3-6 | Berbalik dari tengkurap ke terlentang, mengangkat kepala setinggi 900 dan mempertahankn posisi kepala tetap tegak dan stabil. |
| 6-9 | Duduk sendiri (dalam sikap bersila), belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan dan merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang. |
| 9-12 | Mengangkat badannya ke posisi berdiri, belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangn di kursi dan dapat berjalan dengan dituntun. |
| 12-18 | Berdiri sendiri tanpa berpegangan, membungkukan untuk memungut mainan kemudian berdiri kembali dan berjalan mundur 5 langkah. |
Intervensi fisioterapi yang dapat dilakukan
Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan berat ringannya keterlambatan tumbuh kembang yang terjadi.
- Stimulasi motorik kasar
Stimulasi merupakan hal penting dalam perkembangan seorang anak. Melatih motorik kasar dapat dilakukan sejak anak masih bayi. Keterampilan motorik kasar meliputi kegiatan-kegiatan otot besar seperti menggerakkan kepala, badan, anggota badan, keseimbangan, merayap, merangkak, dan berjalan.
- Play Therapy
Dunia anak tidak dapat dipisahkan dengan bermain. Aspek perkembangan anak dapat ditumbuhkan secara optimal dan maksimal melalui kegiatan bermain. Permainan adalah stimulasi yang sangat tepat bagi anak. Bermain dapat merangsang anak dalam aspek emosional, sosial, serta fisiknya. Bermain juga dapat meningkatkan kemampuan fisik, pengalaman dan pengetahuannya, serta berkembang keseimbangan mental anak. Sehingga play therapy dapat mengontrol perilaku pada motorik kasar, sehingga anak dapat meningkatkan intensitas perhatiannya lebih fokus pada permainan yang diberikan.
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.
Daftar Pustaka
- Adriana,Dian,2013: Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak: Salemba Medika.Jakarta.
- Hartiningsih, Nuligar. 2013: Play therapy untuk meningkatkan konsentrasi pada anak Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD).Malang.Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan.Vol. 01.No 02.

