← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

<strong>“Penatalaksanaan Diet Pada Anak Diare”</strong>

Klaten, Jumat 28 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Penatalaksanaan Diet Pada Anak Diare”. Narasumber Mahasiswa Program Dietizen Jurusan Gizi Poltekkes Yogyakarta. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.

Diare merupakan penyakit gangguan cerna yang dapat menyerang siapa saja. Diare adalah penyakit dimana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus menerus dan tinja atau feses memiliki kandungan air yang berlebihan. Diare di bagi menjadi 2 yaitu diare akut pada anak (timbulnya diare tanpa adanya penyakit kronik dengan atau tanpa disertai nyeri perut, demam, mual ataupun muntah, berlangsung kurang dari 7 hari) dan diare kronik pada anak dan diawali sebagai diare akut yang berlanjut (buang air besar cair atau lunak lebih dari 3 kali dalam 24 jam yang berlangsung selama lebih dari 14 hari).

Penyebab Diare

a. Faktor infeksi

Penyebab diare pada anak adalah karena infeksi virus, bakteri atau parasit. Pada diare dengan kasus infeksi akan menimbulkan gejala mual, muntah, demam dan nyeri perut hingga mengalami dehidrasi, pada kasus ini perlu segera ditangani dengan tindakan medis atau obat.

b. Faktor Malabsorbsi

Malabsorbsi merupakan gangguan akibat usus kecil tidak dapat menyerap nutrisi dan cairan tertentu dari makanan ke dalam aliran darah. Sehingga tubuh kesulitan menerima vitamin dan mineral. Pada bayi dan anak malabsorbsi karbohidrat disakarida paling umum dijumpai akibat intoleransi laktosa.

c. Faktor makanan

Faktor makanan ini yang sering kali menyebabkan terjadinya diare, diantaranya termakan makanan basi, beracun, dimasak kurang matang, terlalu tinggi lemak, pedas, alergi makanan, alergi antibiotik, dan alergi susu sapi, serta pemanis buatan.

Pada bayi saat baru dikenalkan MPASI sering sekali efek samping yang timbul adalah diare, hal ini dikarenakan perut kaget dengan makanan dan minumam yang baru dikenal.

d. Faktor psikologis

Psikologis yang mempengaruhi terjadinya diare adalah rasa takut cemas dan gelisah.

e. Faktor lingkungan

Lingkungan yang tidak bersih, kebiasaan anak yang lupa mencuci tangan, mengigit kuku, jajan sembarangan atau kebiasaan lainnya dari lingkungan anak (keluarga) yang dapat mengakibatkan infeksi diare.

Tanda dan gejala Diare

Tanda dan gejala diare antara lain:

  1. Buang air terus menurus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan.
  2. Tinja yang encer dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam sehari
  3. Pegal pada punggung dan perut sering berbunyi
  4. Mengalami dehidrasi
  5. Diare akibat infeksi menyebabkan mual, muntah bahkan demam
  6. Badan lesu dan lemah
  7. Tidak nafsu makan

Bahaya diare

Saat diare, feses yang dikeluarkan memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan frekuensi buang air yang meningkat secara drastis. Dalam sehari penderita bisa kehilangan lima liter cairan tubuh. Penderita juga dapat kehilangan zat mineral, elektrolit yang terlarut dalam cairan tubuh.Karena kehilangan cukup banyak cairan tubuh, penderita bisa mengalami dehidrasi.

Pencegahan diare

  1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  2. Menutup makanan dan minuman
  3. Mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan atau dimasak
  4. Selalu minum air yang sudah dimasak atau dalam kemasan hygienis
  5. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, aliran air, sampah dengan wadah tertutup
  6. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Pemberian diet pada anak diare

Sebagai pertolongan pertama, anak bisa diberi cairan rumah tangga seperti air tajin, air sayur, air teh. Disamping itu, harus diberikan cairan elektrolit seperti larutan gula garam atau larutan oralit.

Cara membuat larutan gula garam :

  1. 1 sdt munjung gula pasir
  2. ¼ sdt munjung garam
  3. Larutkan dalam 200 ml air matang

Cara membuat larutan oralit :

  1. Larutkan 1 bungkus oralit dalam 200 ml air matang
  2. Berikan sedikit – sedikit dengan sendok. Jika muntah tunggu sampai 10 menit, kemudian berikan lagi.
  3. Pada bayi yang masih ASI Eksklusif : berikan oralit atau air matang sebagai tambahan
  4. Pada bayi yang sudah mendapatkan MP-ASI dan masih mendapat ASI : berikan ASI lebih lama pada setiap kali pemberian ASI, berikan oralit atau air matang sebagai tambahan, dan MP-ASI diencerkan
  5. Anak diatas 12 bulan sudah dapat diberikan Diet BRAT (banana, rice, applesauce, dan toast). Makanan tersebut penting dikonsumsi terutama pada 24 jam pertama diare, untuk membantu meringankan diare serta memberikan vitamin penting, mineral dan karbohidrat yang mudah dicerna.

Pemberian diet pada anak diare menggunakan diet rendah sisa. Diet rendah sisa adalah makanan yang terdiri dari bahan makanan rendah serat dan hanya sedikit meninggalkan sisa. Yang dimaksud dengan sisa adalah bagian-bagian makanan yang tidak diserap seperti yang terdapat pada susu dan produk susu serta daging yang berserat kasar. Disamping itu makanan lain yang merangsang saluran cerna juga dibatasi. Makanan diberikan dalam bentuk makanan lunak untuk membantu peristaltik usus.

Bahan makanan yang dianjurkan dan dihindari

Sumber MakananDianjurkanDihindari
KarbohidratBubur disaring, roti dibakar, kentang dipure, macaroni, mie, bihun direbus, biskuit, kracrkers, tepung-tepungan, dipuding atau dibuburBeras tumbuk, beras ketan, roti, whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, cake, tarcis, dodol, tepung-tepungan yang dibuat kue manis.
Protein HewaniDaging empuk, hati, ayam, ikan digiling halus, telur direbus, ditim, diceplok air, atau sebagai campuran makanan  dan minumanDaging berserat kasar, ayam, dan ikan yang diawet, digoreng kering, telur diceplok, udang dan kerang, susu sapi  dan produk olahannya
Protein NabatiTahu ditim dan direbus, susu kedelaiKacang - kacangan seperti kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, dan oncom
SayuranWortel, jamur, asparagus, tomat, seledri, dan bitSayuran dalam keadaan mentah
BuahYang tidak menimbulkan gas, dianjurkan pisang dan apelBuah kaleng, buah bergas seperti nangka, duria, nenas, anggur, ceri
MinumanTeh, sirup, air kelapaTeh dan kopi kental, minuman beralkohol dan bersoda
BumbuGaram, gulaBawang, cabai, jahe, merica, ketumbar, cuka dan bumbu lain yang tajam

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.

Daftar Pustaka

  • Muttaqin Zainul Muhammad . 2021. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makasar.
  • Chani Yossi Firdha, Diana Mayasari. 2020. Penatalaksanaan Holistik Pada Pasien Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang dan Gizi Buruk Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Jurnal Medula  Volume 10  Nomor 1.