← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

<strong>“Gizi Pada Ibu Hamil”</strong>

Klaten, Senin 31 Oktober 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Gizi Pada Ibu Hamil”. Narasumber Mahasiswa Program Dietizen Jurusan Gizi Poltekkes Yogyakarta. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.

 Masa Kehamilan adalah suatu masa yang berperan dalam menentukan kesehatan bayi mulai dari janin sampai pada tingkat kehidupan berikutnya. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan 60% digunakan untuk pertumbuhan ibu. Zat gizi yang dibutuhkan tersebut harus dicukupi sebagai persiapan untuk pertumbuhan yang lebih cepat pada trimester berikutnya. Untuk memperoleh anak yang sehat, ibu hamil perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama kehamilannya.

Manfaat gizi pada ibu hamil

  1. Memenuhi kebutuhan zat gizi ibu dan janin,
  2. Mencapai status gizi ibu hamil dalam keadaan normal, sehingga dapat menjalani kehamilan dengan baik dan amanMembentuk jaringan untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan ibuMengatasi permasalahan selama kehamilan
  3. Ibu memperoleh energi yang cukup yang berfungsi untuk menyusui setelah kelahiran bayi

Penambahan kebutuhan gizi selama hamil

  1. Energi, menurut riskesdas 2007 rerata nasional konsumsi energi per kapita per hari adalah 1.735,5 kkal.
  2. Protein, kebutuhan protein pada trimester I hingga trimester II kurang dari 6 gram tiap harinya, sedangkan pada trimester III sekitar 10 gram tiap harinya. Protein digunakan untuk pembentukan jaringan baru baik plasenta dan janin, pertumbuhan dan diferensiasi sel, pembentukan cadangan darah dan persiapan masa menyusui.
  3. Lemak, lemak merupakan sumber tenaga dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta, selain itu, lemak disimpan untuk persiapan ibu sewaktu menyusui. Kadar lemak akan meningkat pada kehamilan tirmester III.
  4. Karbohidrat, karbohidrat kompleks mengandung vitamin dan mineral serta meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi.
  5. Vitamin, seperti: Asam folat, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E dan Vitamin K.
  6. Mineral mencakup zat besi, zat seng, kalsium, yodium, fosfor, flour dan natrium.

Makanan yang dianjurkan dan makanan yang dihindari/dibatasi

Makanan yang dianjurkan

-Makanan pokok sumber karbohidrat seperti : padipadian atau serealia

-Makanan sumber protein yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati beserta semua hasil olahannya.

-Makanan sumber zat pengatur berupa sayuran dan buah. Sayuran diutamakan yang berwarna hijau dan kuning jingga.

Makanan yang dibatasi

-Makanan yang diawetkan

-Membatasi kopi dan coklat

-Membatasi konsumsi minuman ringan yang mengandung soda karena bisa memicu terjadinya keram pada otot.

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.

Daftar Pustaka

  • Melinda Fenny. 2017. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Status Gizi Selama Hamil Pada Trimester III Di Puskesmas Rantang Kecamatan Medan Petisah. Skripsi Jurusan Kebidanan Medan Prodi D-IV Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
  • Sumiati. 2016. Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Penambahan Berat Badan Ibu Hamil Di Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari. Jurusan DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari.