← Kembali ke Informasi Terkini
<strong>“Kebiasaan yang Baik dalam Pola Makan yang Sehat”</strong>

Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai macam dan jumlah bahan makanan yang dimakan tiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Pola makan setiap orang berbeda-beda tergantung pada umur, jenis kelamin dan kebiasaan makan mereka. Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang. Pola makanan sehat adalah pola makan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, dan serat makanan. Kriteria makanan yang sehat adalah 4 sehat 5 sempurna. Pola tersebut perlu dilengkapi dengan kriteria makanan sehat dengan gizi berimbang meliputi: cukup kuantitas, proporsional, cukup kualitas, sehat, makanan segar alami, makanan nabati, cara memasak, teratur dalam penyajian, minum air 8 gelas sehari.
Fungsi makanan
. Makanan menjadi sumber energi untuk melakukan kegiatan / aktivitas, selain itu makanan berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
. Zat-zat tersebut diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara dan pengganti sel yang rusak.
. Makanan berperan dalam membangun struktur sel atau jaringan dalam tubuh.
Kandungan gizi makanan
. Air
. Karbohidrat
. Lemak
. Protein
. Mineral
. Vitamin
Faktor yang mempengaruhi pola makan
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri sendiri
• Nafsu makan, keinginan terhadap makanan tertentu dan dianggap berkaitan dengan kebutuhan gizi.
• Aversi (pantangan), menghindari makananan tertentu, berdasarkan apa yang dianggap sebagai pengalaman masa lalu dan dapat membatasi pemilihan makanan.
• Preferensi (kesukaan), kesukaan berhubungan dengan proses belajar dini yaitu ketika pertama dikenalkan pada makanan tertentu mungkin berkaitan dengan perbedaan genetik dalam kepekaan rasa.
• Emosi (mood dan stres), emosi dapat membawa seseorang pada kebiasaan makan untuk menghibur diri atau menolak makan.
• Sikap, sikap dapat mempengaruhi kepekaan terhadap asupan makanan. Sikap dapat memicu faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi pola makan.
Faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari sosial dan budaya seseorang
• Budaya
• Agama
• Faktor ekonomi
• Norma sosial
• Media dan periklanan
Kebiasaan yang baik dalam pola makan sehat
- Budayakan minum air putih paling sedikit 8 gelas/hari atau ±2 liter/hari, kecuali seseorang yang mempunyai riwayat penyakit seperti gagal ginjal kronik dan penyakit jantung sebaiknya membatasi asupan cairan.
- Memperbanyak konsumsi buah dan sayur setiap hari
- Upayakan memilih sumber pangan segar dan diolah dengan cara direbus/dikukus
- Membatasi konsumsi kecap, saos, penyedap rasa terutama pemanis, pewarna, pengawet, perasa yang bukan tambahan pangan alami
- Budayakan membaca label sebelum memilih pangan kemasan atau siap saji
- Hindari makanan yang tinggi lemak
- Memilih makanan yang diolah dengan tepat
- Menghindari jeroan, lemak, otak dan kulit ayam
- Mengatur porsi makan
- Mengonsumsi suplemen jika perlu
- Membatasi mengonsumsi alkohol dan kafein
Manfaat menerapkan pola makan sehat
. Mengurangi risiko penyakit kronis
. Menjaga berat badan tetap normal
. Organ tubuh berfungsi maksimal
Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.
Daftar Pustaka
- Mulyati Sri. 2018. Pengetahuan dan Sikap Tentang Makanan Serta Pola Makan Pada Siswa Kelas Xi Smk N 4 Yogyakarta. Program Studi Pendidikan Teknik Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogayakarta.
- Nathaniel Albert, dkk. 2018. Perilaku Profesional Terhadap Pola Makan Sehat. School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya. Indonesia Business Review Volume 01 Nomer 2.

