← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

<strong>Rhinitis Alergi</strong>

Klaten, Senin 28 November 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Rhinitis Alergi”. Narasumber dr. Budi Santosa, Sp.THT-KL, M.Sc. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.

Rhinitis alergi adalah sekelompok gejala yang mempengaruhi hidung. Ada dua jenis rhinitis alergi, yaitu alergi musiman dan menetap. Alergi musiman biasanya terjadi selama musim semi dan musim gugur sebagai respons terhadap alergen di luar ruangan seperti serbuk sari. Sementara alergi menetap dapat terjadi sepanjang tahun, atau kapan saja sebagai respons terhadap zat dalam ruangan, seperti tungau debu dan bulu hewan peliharaan. Pembagian secara klinis: Intermiten, Persisten, ringan, sedang, berat.

Penyebab

Penyebabnya adalah proses alergi atau saat terjadinya hipersensitivitas dari sel imun saat suatu zat atau partikel asing masuk ke tubuh. Sel imun yang terbentuk menganggap benda tersebut merupakan benda asing yang harus dikeluarkan, sehingga menghasilkan reaksi inflamasi lokal maupun sistemik.

Keturunan: Alergi dapat menyerang siapa saja, tetapi risiko meningkat pada seseorang yang punya riwayat keluarga mengidap alergi. Individu yang mengidap asma atau eksim atopik juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Faktor risiko

a. Asap rokok

b. Bahan kimia

c. Suhu dingin

d. Kelembaban

e. Polusi udara

f. Semprotan rambut

g. Parfum h. Asap kayu

Gejala

Gejala RA (Rhinitis Alergi) terjadi ketika menghirup sesuatu yang bersifat allergen seperti debu, bulu binatang, atau serbuk sari ataua terjadi akibat konsumsi makanan tertentu:

a) Bersin

b) Pilek

c) Hidung tersumbat

d) Hidung gatal

e) Batuk

f) Tenggorokan sakit atau gatal

g) Mata gatal

h) Mata berair

i) Lingkaran hitam di bawah mata

j) Sering sakit kepala

k) Kulit kering

l) Gatal - gatal

m) Kelelahan berlebihan

Pemeriksaan

a) Anamnesis: Rasa gatal di hidung, bersin, gatal di mata

b) Pemeriksaan fisik: ada pembengkakan dalam hidung, ingus, pangkal hidung ada berwarna abu - abu, dibawah mata ada bentuk spt bulan sabit abu – abu

c) Pemeriksaan lain: Tes darah, tes tusuk kulit

Pengobatan

a.Pengobatan dokter rawat jalan:

Oat oral anti alergi, cuci hidung, semprot hidung Dekongestan - Kortikosteroid, obat oral Kortikosteroid. Antibiotik apabila sudah ada komplikasi Sinusitis atau Mastoiditis.

b.Perawatan di rumah sakit :

Apabila sudah terjadi komplikasi sinusitis yang perlu pembedahan, atau infeksi telinga tengan kronis dan Mastoiditis.

Komplikasi

a) Polip hidung

b) Peradangan pada sinus (sinusitis)

c) Infeksi telinga tengah

Pencegahan Rhinitis Alergi

Pada prinsipnya pencegahan alergi dilakukan dengna cara menghindari faktor alergi :          

  • Menutupi mulut dan hidung dengan masker saat beraktivitas di luar rumah
  • Biasakan untuk segera mandi setelah beraktivitas di luar rumah
  • Membersihkan lantai dengan disapu dan dipel
  • Mandikan hewan peliharaan secara rutin
  • Membersihkan karpet atau tikar di rumah secara rutin
  • Memasang saringan udara di ventilasi rumah jika diperlukan
  • Mengenakan baju hangat saat cuaca dingin

Daftar Pustaka

  • Suyuti Shafwan Muh. 2021. Karakterisitk Penderita Rhinitis Alergi dengan Hasil Uji Tusuk Kulit Positif yang Berobat di Poliklinik THT RSUP. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar Periode Januari 2018 – Desember 2019. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.
  • Kholid Yahya. 2013. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Rinitis Alergi pada Usia 13-14 Tahun di Ciputat Timur dengan Menggunakan Kuesioner International Study Of Asthma and Allergy In Childhood (ISAAC) Tahun 2013. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.