← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“<strong>Apa Itu Kanker Ovarium ?”</strong>

Klaten, Rabu 7 Desember 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Apa Itu Kanker Ovarium ?”. Narasumber Mahasiswa Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta. Acara diselenggarakan di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) RSST.

Kanker Ovarium adalah terjadinya pertumbuhan sel sel yang tidak normal pada satu atau dua bagian indung telur. Kanker Ovarium sebagian besar berbentuk kista berisi cairan maupun padat. Kanker Ovarium disebut sebagai Silent Killer, karena Ovarium terletak di bagian dalam sehingga tidak mudah terdeteksi, 70-80% kanker ovarium baru ditemukan pada stadium lanjut dan telah menyebar (Metastasis). Kanker ovarium yang cepat dideteksi dan ditangani dapat meningkatkan peluang penderita untuk bertahan hidup. Deteksi awal kanker sangat perlu dilakukan sebab pengobatan bekerja paling baik pada fase ini. 

Penyebab

Penyebab Kanker Ovarium belum diketahui secara pasti, kemungkinan dapat terjadi  saat DNA di sel-sel ovarium mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi tersebut menyebabkan sel ovarium tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Perubahan ini kemudian memberitahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat sehingga menciptakan massa (tumor) sel kanker. Sel-sel kanker kemudian terus hidup ketika sel-sel sehat akan mati. Sel- sel tersebut dapat menyerang jaringan di dekatnya dan memutuskan tumor awal untuk menyebar (bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh.

Tanda dan Gejala

  • Jarang menimbulkan gejala pada stadium awal
  • Pada stadium lanjut juga tidak terlalu spesifik mirip dengan penyakit lain
  • Perasaan tidak nyaman pada perut dan panggul
  • Gangguan buang air kecil
  • Mual, rasa penuh, hilangnya nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Menstruasi tidak teratur
  • Kembung, sakit perut
  • sembelit
  • Mudah Lelah
  • Perdarahan yang tidak normal
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Faktor resiko

Penyebab Kanker Ovarium belum diketahui secara pasti namun banyak faktor resiko yang dapat menjadi penyebab Kanker Ovarium antara lain sebagai berikut:

  • Perokok
  • Alkohol
  • Riwayat kanker payudara, kolon atau endometrium
  • Tidak pernah melahirkan / Nuliparitas
  • Gangguan kesuburan/ Infertilitas
  • Sel Ovum gagal matang/ Anovulasi
  • Kelompok usia diatas 50 tahun
  • Genetik/ keturunan
  • Riwayat Kanker Ovarium
  • Endometriosis/ kondisi ketika Endometrium tumbuh di luar dinding rahim
  • Kehamilan pada usia tua
  • Pola makan makanan yang tidak sehat (mengandung perwarna, pengawet, pemanis)

Pemeriksaan

Jika pasien diduga menderita Kanker Ovarium, dokter akan menjalankan pemeriksaan lanjutan berupa:

  • Tes darahTes darah bertujuan untuk mendeteksi protein CA-125, yang merupakan penanda adanya kanker
  • Pemindaian
    Metode awal yang dilakukan untuk mendeteksi kanker ovarium adalah USG perut. Setelah itu, dokter dapat melakukan CT scan atau MRI.
  • Biopsi
    Pada pemeriksaan ini, akan diambil sampel jaringan ovarium untuk di periksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan pasien menderita Kanker Ovarium atau tidak.

Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi yaitu:

-Asites

Kanker Ovarium dapat bermetasis dengan invasi langsung ke struktur yang berdekatan pada abdomen dan panggul dan melalui penyebaran benih tumor melalui cairan Peritoneal ke rongga abdomen dan rongga panggul.

-Efusi Pleura

Dari abdomen, cairan yang mengandung sel-sel ganas melalui saluran Limfe menuju Pleura.

Komplikasi lain yang dapat disebabkan pengobatan adalah:

  • Infertilasi adalah akibat dari pembedahan pada pasien menopause
  • Mual, muntah dan supresi sum-sum tulang akibat kemoterapi. Dapat juga muncul masalah potensial Ototsik, Nefroktoksik, Neurotoksis
  • Penyakit berulang yang tidak terkontrol dikaitkan dengan obstruksi usus, Asites Fistula dan Edema Ekstremitas bawah

Pencegahan

Penyakit Kanker Ovarium dapat dikendalikan serta dapat dicegah dengan langkah sebagai berikut:

  • Pola makan

Pola makan yang memperbanyak sayuran, terbukti mengurangi resiko terkena Kanker Ovarium. Apalagi jika membatasi konsumsi daging dan makanan yang mengandung lemak jenuh. Konsumsi makanan yang cepat saji, atau makanan yang mengandung 3 P (pengawet, pewarna dan pemanis) terbukti meningkatkan resiko terjadinya Kanker Ovarium.

  • Olahraga

Melakukan olahraga ringan hingga sedang, namun dilakukan secara rutin (minimal 3 kali dalam seminggu dengan waktu olahraga kurang lebih 15 menit) dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memperbanyak antioksidan dan mengurangi kegemukan. Olahraga itu penting untuk menjaga kesehatan, termasuk mencegah terkena kanker.

  • Melakukan pemeriksaan berkala
  • Berhenti merokok

Antusias peserta sangat baik serta ada umpan balik pertanyaan dari pasien kepada narasumber.

Daftar Pustaka

  • Rochsas Auliana. 2020. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Ovarium Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Skripsi Prodi Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang.
  • Nasya Herlis Slarmanat Grace. 2022. Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Pada Pasien Kanker Ovarium Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Periode Juni 2020 – Mei 2021. Skripsi Program Studi Pendidikan Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Jakarta.