← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

<strong>“Mengenal Polip Hidung”</strong>

Klaten, Senin 12 Desember 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Mengenal Polip Hidung”. Narasumber Dr. dr. Budi Santosa, Sp.THT-KL, M.Sc. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.

Polip hidung adalah jaringan lunak yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung, bisa kanan dan kiri, seperti buah anggur dengan posisi menggantung di bagian dalam hidung. Polip hidung merupakan penyakit multifaktorial, mulai disebabkan dari infeksi, inflamasi non infeksi, kelainan anatomis, abnormalitas genetik. Polip hidung dapat menjadi bahaya apabila tidak diobati. Selain bisa tumbuh semakin besar, terdapat beberapa risiko penyakit yang lebih serius.

Penyebab

  1. Alergi
  2. Asma
  3. Fibrosis kistik
  4. Sinusitis kronis
  5. Kelainan pada pembuluh darah hidung
  6. Sindrom Churg-Strauss
  7. Alergi terhadap obat antiinflamasi non - Steroid(OAINS)
  8. Sakit gigi bagian atas

Gejala

  • Tergantung besar kecilnya
  • Sakit kepala atau wajah
  • Mirip dengan pilek, tetapi tidak kunjung sembuh.
  • Hidung tersumbat
  • Hidung berair dan produksi lendir berlebihan
  • Bersin-bersin
  • Kemampuan indera penciuman menurun
  • Indera perasa berkurang ketajamannya
  • Mendengkur

Faktor risiko

· Usia, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 20 hingga 40 tahun ke atas. Anak-anak di bawah 10 tahun cukup jarang mengalami kondisi ini.
· Jenis kelamin, walaupun penyebab pastinya belum diketahui, kondisi ini memiliki angka kejadian lebih tinggi pada pasien laki-laki dibanding dengan perempuan.
· Menderita asma, sebanyak 20 hingga 50 persen penderita polip biasanya memiliki asma. Jadi. apabila Anda memiliki asma yang kronis, risiko Anda untuk menderita kondisi ini lebih tinggi.
· Sensitif terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), sebanyak 8-26% pasien polip hidung intoleran atau sensitif terhadap obat-obatan antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, termasuk ibuprofen dan aspirin.
· Intoleransi alkohol, sebanyak 50% orang yang memiliki polip juga sensitif atau intoleran terhadap alkohol.
· Menderita penyakit sinusitis, apabila Anda menderita penyakit sinusitis kronis dan sinusitis alergi jamur (AFS), besar kemungkinan Anda untuk menderita penyakit ini.
· Menderita cystic fibrosis, Cystic fibrosis adalah penyakit yang memengaruhi produksi lendir dan cairan di dalam tubuh. Jika Anda menderita kelainan kesehatan ini, risiko Anda untuk mengembangkan polip di dalam tubuh lebih tinggi.
· Memiliki sindrom Churg-Strauss, Sindrom Churg-Strauss adalah penyakit langka yang menyerang pembuluh darah manusia. Sebanyak 50% penderita sindrom Churg-Strauss memiliki polip di hidungnya.
· Kekurangan vitamin D, anda juga berpotensi mengembangkan polip apabila tubuh Anda mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D.

Komplikasi

  • Sinusitis/ peradangan di lapisan sinus, kondisi ini terjadi ketika rongga sinus terhalang oleh polip hidung sehingga lendir tidak bisa keluar dan menyebabkan infeksi
  • Sleep apnea, merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan pernapasan seseorang berhenti sementara saat sedang tidur.
  • Menyebarnya infeksi ke rongga mata, yang bisa menimbulkan pembengkakan pada mata, hilangnya kemampuan gerak mata, berkurangnya pengelihatan dan bahkan kebutaan.
  • Meningitis. Kondisi ini akan terjadi jika infeksi sampai menyebar ke membran dan cairan yang ada di sekeliling otak serta tulang belakang.
  • Perubahan bentuk hidung, pada kondisi yang parah, polip hidung dapat berkembang menjadi lebih besar. Jika tidak tertangani, penyakit ini dapat menekan dinding hidung sehingga membuatnya tampak lebih lebar dan besar.

Pengobatan

Pengobatan polip hidung disesuaikan dengan kondisi penderitanya. Metode pengobatannya dapat berupa pemberian obat hingga operasi.

Pencegahan

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari menghirup alergen atau iritan yang menyebabkan peradangan pada hidung.
  • Gunakan pelembab udara di dalam rumah.
  • Bila ingin membersihkan hidung, gunakan air garam dalam bentuk spray atau nasal lavage.
  • Hindari iritan hidung, misalnya alergen, debu, asap (rokok, kendaraan bermotor, dsb), uap dari zat kimia.
  • Manajemen alergi dan asma, caranya dapat didiskusikan dengan dokter.

Daftar Pustaka

  • Ravantara Malika Challis. 2019. Prevalensi Rinosinusitis Kronik Di Departemen THT-KL RSUP Dr . Mohammad Hoesin Palembang Periode Tahun 2016-2018. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Sumatra Selatan.
  • dr. I DG Putra Arta Eka Sp.THT-KL (K), FICS, dr. I Putu Yupindra Pradiptha .2018. Ent Update Publikasi Ilmiah Program Studi THT-KL FK Udayana. Volume 02 Nomer 2 Program Studi THT-KL FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar.