← Kembali ke Informasi Terkini
Bagaimana Mengatasi Berat Badan Kurang pada Anak?
Tim Promkes RSST - Berat badan kurang atau underweight adalah kondisi saat berat badan anak berada di bawah rentang rata-rata atau normal. Idealnya, anak dikatakan memiliki berat badan normal ketika setara dengan teman-teman seusianya. Sebaliknya, berat badan kurang menandakan bahwa bobot tubuh anak tidak sebanding atau lebih rendah dari kelompok usianya.
Sama halnya seperti kelebihan berat badan, anak dengan berat badan kurang juga biasanya disebabkan oleh adanya masalah kesehatan. Berat badan anak yang kurang merupakan pertanda bahwa tubuhnya tidak memperoleh cukup zat gizi untuk mendukung perkembangan tubuh.
Misalnya tulang, kulit, rambut, serta berbagai bagian tubuh lainnya. Berat badan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah nutrisi anak sudah baik atau belum. Ketika anak memiliki berat badan yang ideal, artinya asupan gizinya dapat memenuhi semua kebutuhan hariannya. Namun tak jarang, berat badan anak bisa saja kurang dari rentang normal yang seharusnya. Kondisi ini menandakan kalau anak mengalami underweight.
Di samping itu, memiliki riwayat atau sedang mengalami penyakit medis tertentu juga bisa melatar belakangi kondisi anak underweight. Hal tersebutlah yang kemudian menghambat atau menyulitkan penambahan berat badan normal pada anak. Selain menggunakan KMS, orang tua juga bisa memakai buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan aplikasi PrimaKu untuk memantau berat badan anak.
Pemeriksaaan Tanda-tanda Berat Badan Kurang
Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi medis terlebih dahulu, yaitu :
- Memeriksa Data Pertumbuhan Anak
- Mencari Tahu Asupan Nutrisi Anak
- Melakukan Pemeriksaan Fisik
- Pilih Makan Berkalori Tinggi
- Tambah Asupan Lemak
- Tingkatkan Karbohidrat
- Kalori dari Minuman
- Atur Minum Saat Makan
- Atur Jadwal Makan
- Perbanyak Porsi Makan
- Kombinasi Makanan Seimbang
- Variasi Menu Makanan
- Tidur Cukup