← Kembali ke Informasi Terkini
Haemarthrosis, Ketahui Penyebab dan Gejalanya
Tim Promkes RSST - Sendi merupakan bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghubung antara dua tulang atau lebih untuk memungkinkan gerakan. Di antara tulang-tulang tersebut, terdapat cairan yang bekerja untuk melumasi sendi-sendi tubuh sehingga mudah bergerak. Cairan ini disebut cairan sinovial. Sendi juga membantu manusia dapat menggerakkan tubuhnya untuk melakukan berbagai aktivitas. Sendi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia sehingga ketika muncul masalah pada persendian akan timbul nyeri atau rasa tidak nyaman. Lutut, siku, pergelangan tangan, dan kaki merupakan bagian tubuh yang cukup sering mengalami nyeri sendi. Namun, nyeri sendi yang terjadi berulang bukanlah hal yang wajar sebab kondisi ini dapat mengindikasikan adanya masalah pada persendian. Salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan nyeri pada persendian adalah haemarthrosis, yaitu perdarahan di dalam rongga sendi. Haemarthrosis paling sering terjadi pada sendi sinovial, yaitu : lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, bahu, dan pergelangan tangan. Perdarahan sendi ini dapat terjadi ketika mengalami cedera, tetapi juga dapat terjadi akibat komplikasi dari hemofilia. Tidak seperti cairan sinovial, darah yang masuk ke dalam sendi dapat menyebabkan kerusakan sendi. Bersama dengan darah, lemak juga dapat masuk ke dalam sendi. Kondisi ini disebut lipohemarthrosis. Haemarthrosis menyebabkan rasa sakit yang parah dan pembengkakan pada sendi, bahkan menyebabkan kelainan bentuk.
Penyebab Haemarthrosis
Haemarthrosis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Penyebabnya dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu :
- Hemarthrosis akibat cedera.
- Haemarthrosis akibat kondisi selain cedera.
- Gangguan darah, seperti hemophilia.
- Obat pengencer darah.
- Defisiensi vitamin C parah (skorbut).
- Infeksi
- Peradangan pada sendi (osteoarthritis).
- Kanker
- Komplikasi tindakan operasi, seperti artroskopi.
- Pembengkakan yang teraba hangat
- Nyeri
- Kemerahan
- Memar
- Kaku
- Foto Rontgen, untuk mendeteksi adanya kerusakan di sendi.
- MRI atau CT scan, untuk melihat lebih jelas kondisi sendi, tendon, dan otot, serta mendeteksi adanya kelainan di sendi.
- Tes darah, untuk memeriksa fungsi pembekuan darah.
- Pemeriksaan sampel cairan sendi (arthrocentesis), untuk mendeteksi penyebab peradangan sendi.
- Perawatan di rumah
- Rest : mengistirahatkan sendi yang bermasalah (rest).
- Ice : mengompres dingin area sendi yang bermasalah selama 15 - 20 menit setiap 2 - 3 jam.
- Compression : membebat area sendi yang bermasalah dengan perban elastis, tetapi jangan terlalu ketat.
- Elevation : memposisikan area sendi yang bermasalah lebih tinggi daripada dada ketika berbaring.
- Obat-obatan
- Tindakan medik
- Arthrocentesis, untuk menyedot darah dan cairan yang berlebihan di dalam sendi.
- Operasi sinovektomi, untuk mengangkat lapisan sendi yang mengalami peradangan.
- Pemberian suntikan faktor VIII, untuk menghentikan perdarahan pada pasien yang menderita hemofilia.
- Terapi fisik (fisioterapi), untuk melatih fungsi pergerakan pada sendi setelah pasien menjalani pengobatan.
- Meningkatkan kekuatan sendi dan area sekitarnya dengan olahraga teratur.
- Menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Mencukupi asupan kalsium dan vitamin D untuk menjaga tulang dan sendi.
- Berhati-hati dalam beraktivitas fisik dan berkendara agar terhindar dari cedera dan kecelakaan.
- Sedangkan pada penderita hemofilia, haemarthrosis dapat dicegah dengan melakukan kontrol rutin dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.