← Kembali ke Informasi Terkini

Berita

“Kotoran Telinga”

Klaten, Senin 30 Januari 2023, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Kotoran Telinga”. Narasumber Dr. dr. Budi Santosa, M.Sc, Sp.THT-KL. Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST. Kotoran telinga merupakan hasil produksi kelenjar Seruminosa/serumen. Kotoran telinga adalah cairan berlendir yang secara alami muncul pada telinga dan berfungsi mengeluarkan kotoran dari dalam telinga. Membersihkan kotoran telinga harus dilakukan dengan aman agar tidak menimbulkan gangguan lain. Kesalahan dalam membersihkan telinga bisa menimbulkan dampak terhadap kesehatan telinga. Penyebab Serumen sendiri pada dasarnya merupakan proses fisiologis yang merupakan produk dari kelenjar Seruminosa yang terdapat pada liang telinga. Produk yang lengket sangat sulit untuk keluar dari liang telinga. Gejala
  • Telinga terasa penuh
  • Rasa tertekan di telinga
  • Penurunan pendengaran
  • Rasa berdenging
Faktor risiko Kelainan kongenital / keturunan pada kelenjar Seruminosa, menghasilkan produk yang lengket. Pemeriksaan dokter Pemeriksaan dokter yang dilakukan yakni :
  • Otoskopi (prosedur diagnostik untuk memeriksa struktur dalam telinga menggunakan alat yaitu otoskop atau auriskop)
  • Endoskopi telinga (prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang terjadi pada organ telinga)
Komplikasi
  • Infeksi karena jamur, bakteri, virus.
  • Gangguan pendengaran
  • Nyeri telinga dan kepala
Pengobatan
  • Pengeluaran dengan pengait serumen (Cerumen Hook) atau sendok serumen (Cerumen Spoon), biasanya dilakukan pada jenis serumen yang keras.
  • Pengeluaran dengan teknik irigasi, biasanya dilakukan pada cerumen yang dalam dan lunak atau cerumen yang menempel pada gendang telinga
  • Pengeluaran dengan alat penghisap (Suction) yang dihubungkan dengan kanul logam,dapat dilakukan pada kondisi cerumen yang lunak.
  • Pengeluaran cerumen dengan penggunaan tetes pelunak terlebih dahulu, dapat dilakukan pada kasus serumen yang sangat keras dan sulit dilkeluarkan dengan pengait ataupun sendok serumen.
Pencegahan
  • Kelainan produksi kelenjar Seruminosa, tidak bisa dicegah, hanya bisa dikeluarkan secara berkala.
  • Periksa telinga bila sudah terdiagnosis agar lebih mudah dikeluarkan saat kotoran masih sedikit.
  • Tidak mengorek telinga dengan Cotton Bud, karena kotoran telinga bisa masuk lebih dalam dan sulit dikeluarkan.
Daftar Pustaka
  • Arie Yuliyani Eka. Pemeriksaan Telinga Hidung Tenggorok Pada Siswa SDN 16 Mataram. Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Jurnal Pepadu Volume 1 Nomer 3.
  • Pradiptha I Yupindra Putu. Serumen Obsturan pada Siswa Sekolah Dasar di Tabanan Bali. Spesialis THT-KL Klinik Utama Sari Dharma Denpasar. Medica Arteriana. Volume 3 Nomer 1.